Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil

By On Tuesday, December 25th, 2012 Categories : Keperawatan

Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil, berikut ini adalah Contoh Asuhan Keperawatan pada Ibu Hami, Kehamilan dipengaruhi berbagai hormon: estrogen, progesteron, human chorionic gonadotropin, human somatomammotropin, prolaktin dsb. Human Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon aktif khusus yang berperan selama awal masa kehamilan, berfluktuasi kadarnya selama kehamilan.

Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil 300x145 Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil

A. ANATOMI DAN FISIOLOGI KEHAMILAN

Terjadinya kehamilan

Peristiwa prinsip pada terjadinya kehamilan :

  1. Pembuahan / fertilisasi : bertemunya sel telur / ovum wanita dengan sel benih / spermatozoa pria.
  2. Pembelahan sel (zigot).hasil pembuahan tersebut.
  3. Nidasi / implantasi zigot tersebut pada dinding saluran reproduksi (pada keadaan normal : implantasi pada lapisan endometrium dinding kavum uteri).
  4. Pertumbuhan dan perkembangan zigot – embrio – janin menjadi bakal individu baru.

Kehamilan dipengaruhi berbagai hormon : estrogen, progesteron, human chorionic gonadotropin, human somatomammotropin, prolaktin dsb. Human Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon aktif khusus yang berperan selama awal masa kehamilan, berfluktuasi kadarnya selama kehamilan. Terjadi perubahan juga pada anatomi dan fisiologi organ-organ sistem reproduksi DAN organ organ sistem tubuh lainnya, yang dipengaruhi terutama oleh perubahan keseimbangan hormonal tersebut.

Perubahan pada organ-organ sistem reproduksi

1. Uterus

Tumbuh membesar primer, maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan, progesteron berperan untuk elastisitas / kelentura uterus.Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan tinggi fundus :

  • Tidak hamil / normal : sebesar telur ayam (+ 30 g)
  • Kehamilan 8 minggu : telur bebek
  • Kehamilan 12 minggu : telur angsa
  • Kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat
  • Kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat
  • Kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat
  • Kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid
  • Kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid
  • 36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid

Ismus uteri, bagian dari serviks, batas anatomik menjadi sulit ditentukan, pada kehamilan trimester I memanjang dan lebih kuat. Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus, dan pada kehamilan akhir di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. Vaskularisasi sedikit, lapis muskular tipis, mudah ruptur, kontraksi minimal -> berbahaya jika lemah, dapat ruptur, mengancam nyawa janin dan nyawa ibu. Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron (-> tanda Hegar), warna menjadi livide / kebiruan. Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan.

2. Vagina / vulva

Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron, warna merah kebiruan (tanda Chadwick).

3. Ovarium

Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus hormonal menstruasi.

4. Payudara

Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, kolostrum. Mammae membesar dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery, terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Puting susu membesar dan menonjol. (beberapa kepustakaan tidak memasukkan payudara dalam sistem reproduksi wanita yang dipelajari dalam ginekologi)

5. Peningkatan berat badan selama hamil

Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ / cairan intrauterin.  Berat janin + 2.5-3.5 kg, berat plasenta + 0.5 kg, cairan amnion + 1.0 kg, berat uterus + 1.0 kg, penambahan volume sirkulasi maternal + 1.5 kg, pertumbuhan mammae + 1 kg, penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas + 1.0-1.5 kg.

6. Perubahan pada organ-organ sistem tubuh lainnya

a. Sistem respirasi

Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%, selain itu diafragma juga terdorong ke kranial terjadi hiperventilasi dangkal (20-24x/menit) akibat kompliansi dada (chest compliance) menurun. Volume tidal meningkat. Volume residu paru (functional residual capacity) menurun. Kapasitas vital menurun.

b. Sistem gastrointestinal

Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, selain itu terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, konstipasi, lebih sering lapar / perasaan ingin makan terus (mengidam), juga akibat peningkatan asam lambung. Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum).

c. Sistem sirkulasi / kardiovaskular

Perubahan fisiologi pada kehamilan normal, yang terutama adalah perubahan hemodinamik maternal, meliputi :

  • Retensi cairan, bertambahnya beban volume dan curah jantung
  • Anemia relatif
  • Akibat pengaruh hormon, tahanan perifer vaskular menurun
  • Tekanan darah arterial menurun
  • Curah jantung bertambah 30-50%, maksimal akhir trimester I, menetap sampai akhir kehamilan
  • Volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50%
  • Volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan, kemudian bertambah secara perlahan sampai akhir

7. Kehamilan

Pada trimester pertama, terjadi :

  • Penambahan curah jantung, volume plasma dan volume cairan ekstraselular, disertai peningkatan aliran plasma ginjal dan laju filtrasi glomerulus
  • Penambahan / retensi air dan natrium yang dapat ditukar di dalam tubuh, peningkatan TBW total body water
  • Akibatnya terjadi aktifasi sistem renin-angiotensin dan penurunan ambang osmotik untuk pelepasan mediator vasopresin dan stimulasi dahaga.
  • Akibatnya pula terjadi penurunan konsentrasi natrium dalam plasma dan penurunan osmolalitas plasma, sehingga terjadi edema pada 80% wanita yang hamil.

Terjadi peningkatan volume plasma sampai 25-45%, dengan jumlah eritrosit meningkat hanya sedikit (kadar hemoglobin menurun akibat anemia relatif). Cardiac output meningkat sampai 20 – 40%. Resistensi perifer juga menurun, sering tampak sebagai varisces tungkai. Leukosit meningkat sampai 15.000/mm3, akibat reaksi antigen-antiibodi fisiologik yang terjadi pada kehamilan. Infeksi dicurigai bila leukosit melebihi 15.000/mm3. Trombosit meningkat sampai300.000-600.000/mm3, tromboplastin penting untuk hemostasis yang baik pada kehamilan dan persalinan. Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal 250-350 mg/dl). Laju endap darah meningkat. Protein total meningkat, namun rasio albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1, alfa-2 dan beta diikuti peningkatan globulin alfa-1, alfa-2 dan beta. Faktor-faktor pembekuan meningkat.

8. Metabolisme

Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi juga hipertrofi tiroid. Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui). Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin. Kadar kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100ml. Kebutuhan kalsium, fosfor, magnesium, cuprum meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg, untuk pembentukan hemoglobin tambahan. Khusus untuk metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena :

  • Ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat,
  • Produksi glukosa dari hati menurun
  • Produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun
  • Aktifitas ekskresi ginjal meningkat
  • Efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen, hormon2 plasenta lainnya,   hormon2 ovarium, hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb).

Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan asam amino. Terjadi juga peningkatan aktifitas enzim-enzim metabolisme pada umumnya.

9. Traktus urinarius

Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Kencing lebih sering (poliuria), laju filtrasi meningkat sampai 60%-150%. Dinding saluran kemih dapat tertekan oleh perbesaran uterus, menyebabkan hidroureter dan mungkin hidronefrosis sementara. Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.

10. Kulit

Peningkatan aktifitas melanophore stimulating hormon menyebabkan perubahan berupa hiperpigmentasi pada wajah (kloasma gravidarum), payudara, linea alba (-> linea grisea), striae lividae pada perut, dsb.

11. Perubahan Psikis

Sikap / penerimaan ibu terhadap keadaan hamilnya, sangat mempengaruhi juga kesehatan/ keadaan umum ibu serta keadaan janin dalam kehamilannya. Umumnya kehamilan yang diinginkan akan disambut dengan sikap gembira, diiringi dengan pola makan, perawatan tubuh dan upaya memeriksakan diri secara teratur dengan baik. Kadang timbul gejala yang lazim disebut “ngidam”, yaitu keinginan terhadap hal-hal tertentu yang tidak seperti biasanya (misalnya jenis makanan tertentu, tapi mungkin juga hal-hal lain) Tetapi kehamilan yang tidak diinginkan, kemungkinan akan disambut dengan sikap yang tidak mendukung, napsu makan menurun, tidak mau memeriksakan diri secara teratur, bahkan kadang juga ibu sampai melakukan usaha-usaha untuk menggugurkan kandungannya.

Diagnostik kehamilan

Berdasarkan perubahan-perubahan anatomik dan fisiologik, dapat dikumpulkan hal-hal yang mungkin bermakna pada pemeriksaan fisis maupun penunjang, untuk menuju pada diagnosis kehamilan. Gejala dan tanda yang dapat mengarahkan diagnosis adanya suatu kehamilan:

  1. Amenorea (sebenarnya bermakna jika 3 bulan atau lebih)
  2. Pembesaran uterus (tampak disertai pembesaran perut, atau pada kehamilan muda diperiksa dengan palpasi)
  3. Adanya kontraksi uterus pada palpasi (Braxton-Hicks)
  4. Teraba/terasa gerakan janin pada palpasi atau tampak pada imaging. Ballotement (+). Jika (-) curiga mola hidatidosa.
  5. Terdengar jantung janin (dengan alat Laennec/ Doppler) atau visual tampak jantung berdenyut pada imaging (fetal ultrasound echoscopy).
  6. Teraba bagian tubuh janin pada palpasi (Leopold) atau tampak pada imaging (ultrasonografi)
  7. Perubahan serviks uterus (Chadwick / Hegar sign)
  8. Kurva suhu badan meningkat
  9. Tes urine B-hCG (Pack’s test / GalliMainini) positif. Hati-hati karena positif palsu dapat juga terjadi misal karena urine kotor, alat kadaluwarsa atau cara pemeriksaan yang salah.
  10. Titer B-hCG meningkat pada kehamilan sekitar 90 hari, kemudian menurun seperti awal kehamilan, bahkan dapat sampai tidak terdeteksi.
  11. perasaan mual dan muntah berulang, morning sickness.
  12. perubahan payudara

PENGKAJIAN

A.   Data Demografi

  1. Nama klien
  2. Umur klien
  3. Jenis kelamin
  4. Alamat
  5. Status perkawinan
  6. Agama
  7. Suku
  8. Pendidikan
  9. Pekerjaan
  10. Nama suami
  11. Umur suami
  12. Tanggal periksa
  13. Tanggal pengkajian

B. Keluhan Utama Saat Ini

Ibu mengatakan kadang-kadang merasa nyeri pada daerah ulu hati terutama jika untuk bernafas dalam. Ibu juga mengatakan ingin mengetahui keadaan bayinya.

C. Riwayat Penyakit Dahulu

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit yang berat atau memerlukan perawatan di rumah sakit baik sebelum maupun selama kehamilan.

D. Riwayat Penyakit Keluarga

Menurut ibu tidak ada anggota keluarganya maupun suaminya yang menderita penyakit berat atau menahun seperti darah tinggi, penyakit gula, hepatitis, penyakit jantung, atau penyakit lainnya.

E.  Riwayat Ginekologi

Ibu mengatakan belum pernah menderita penyakit menular seksual, juga pembedahan yang berhubungan dengan alat kandungan. Ibu belum pernah melakukan pemeriksaan pap smear, menurutnya selama ini tidak ada keluhan yang berhubungan dengan kondisi alat kandungannya yang memerlukan pemeriksaan oleh dokter.

F.  Riwayat Obstetri

1. Menstruasi

  • Menarche
  • Siklus menstruasi

2. G1 P0 A0

  • HPMT
  • HPL
  • Usia kehamilan

3. Keluhan yang muncul selama kehamilan ini

Trimester Keluhan
I Tidak ada

G. Kebiasaan yang Merugikan

Ibu mengatakan sebelum diketahui hamil biasa membeli obat dan minum jamu di warung. Ibu bertanya kebiasaan dulu minum jamu tersebut apakah berpengaruh terhadap janinnya. Kebiasaan lain yang merugikan kesehatan ibu menyatakan tidak melakukannya misalnya merokok, minum minuman beralkohol, obat-obat terlarang, dan lain-lain.

H. Imunisasi

Ibu mengatakan selama hamil ini baru periksa sekali ke RS Panti Rapih dan belum pernah mendapatkan imunisasi Tetanus Toxoid. Ibu juga bertanya mengenai alasan perlunya imunisasi bagi dirinya.

I. Kebutuhan Dasar

a. Nutrisi

  • Pola makan, frekuensi, jenis, jumlah: Ibu mengatakan pola makan baik tidak ada gangguan, frekuensi makan bisa lebih dari 3 kali sehari dan porsinya lebih banyak dari biasanya. Makanan yang biasa dikonsumsi terdiri dari nasi, sayur, lauk pauk, kadang buah-buahan, ibu tidak memiliki kebiasaan ngemil. Ibu pernah mengkonsumsi susu Prenagent tetapi mengalami konstipasi sehingga dihentikan.
  • Perubahan pola makan selama hamil : Selama hamil tidak ada perubahan pola makan.
  • Alergi makanan :Ibu menyatakan tidak ada alergi terhadap makanan tertentu.
  • Minum jumlah dan jenis: Minum air putih ± 2 liter perhari, kadang-kadang teh manis.
  • Keluhan yang berhubungan dengan nutrisi: Keluhan yang berhubungan dengan nutrisi tidak ada.

b. Eliminasi

  • Buang air kecil

Ibu mengatakan selama hamil ini frekuensi berkemihnya bertambah menjadi 8-10 kali per hari, warna air kencing kuning terang jernih, jumlah kadang banyak kadang sedikit (± 1500-2000 ml/hari), ibu juga menyatakan merasa terganggu dengan seringnya kencing.

  • Buang air besar

Frekuensi 1-2 kali sehari, kotoran lunak, jumlah kadang banyak kadang hanya sedikit, keluhan tidak ada.

c. Aktifitas dan latihan

  • Aktifitas selama hamil

Ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tidak ada waktu khusus untuk aktifitas yang menunjang kehamilannya seperti: senam Ibu hamil, jalan-jalan, dll.

  • Keluhan dalam beraktivitas

Selama hamil tidak ada keluhan yang berarti, terutama dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

d. Istirahat dan tidur

Menurut ibu tidur malam ± 8 jam mulai jam 21.00-05.00 WIB, kalau siang 1-2 jam. Selama hamil tidak ada masalah dalam istirahat dan tidur.

e. Seksualitas

Hubungan seksual tetap dilakukan dengan frekuensi 1-2 kali seminggu dengan pembatasan posisi dan frekuensi, komunikasi dan hubungan dengan suami berjalan dengan baik, selama hamil ini belum ada masalah yang berarti dengan suaminya.Tidak ada keluhan dari ibu yang berhubungan dengan masalah seksualitas.

f. Persepsi dan kognitif

  • Status mental: Baik, emosi stabil, kesadaran compos mentis.
  • Sensasi
  • Pendengaran: Baik, bisa mendengar dengan baik.
  • Berbicara: Baik, agak cepat, jelas, dan mudah dimengerti, dengan bahasa Jawa dan Indonesia.
  • Penciuman: Baik, tidak ada gangguan dan keluhan.
  • Perabaan: Baik tidak ada keluhan.
  • Kejang: Selama hamil ini tidak pernah.
  • Nyeri: Pada daerah ulu hati ketika nafas dalam, nyeri terasa sengkring-sengkring seperti tertusuk jarum, nyeri sedang skala 4.

g. Persepsi dan konsep diri

  • Motivasi terhadap kehamilan: Ibu mengatakan pada awalnya tidak tahu kalau hamil dan tidak dapat menerima kalau dirinya hamil, tetapi sekarang sudah dapat menerima termasuk suami dan keluarganya.
  • Efek kehamilan terhadap body image: Ibu menyatakan tidak ada masalah dengan perubahan bentuk tubuh akibat kehamilannya ini.
  • Orang yang paling dekat: Suami dan sudara perempuannya.
  • Tujuan dari kehamilan: Ibu mengatakan untuk mendapatkan anak atau keturunan karena belum mempunyai anak.

1. Keluarga Berencana

Ibu mengatakan selama ini belum pernah menggunakan alat kontrasepsi.

2. Pemeriksaan Fisik

a. Tanda-tanda vital

  • Tekanan darah      :130/70 mmHg
  • Nadi                        : 88 kali/menit
  • Temperatur           : 36,5 oC
  • Respirasi rate        : 24 kali/menit.

b. Status gizi

  • Berat badan           : 46 Kg
  • Tinggi badan         : 154 Cm.

c. Kulit, rambut, dan kuku

  • Inspeksi kulit: bersih, hiperpigmentasi pada areola dan papilla mammae, papilla menonjol.
  • Inspeksi kuku dan rambut: bersih, kuku pendek, rambut hitam, lurus, tidak ada gangguan pada kuku dan rambut.

d. Kepala dan leher

  • Ekspresi tenang, rileks, tidak tampak kelelahan atau lemah, ketika nafas dalam ibu memegangi perutnya, ekspresi wajah tampak menahan nyeri.
  • Mata: bersih, fungsi baik, tidak anemis, tidak ikterik, tidak menggunakan alat bantu.

e. Telinga: Bersih, tidak ada serumen,dapat mendengar dengan baik.

f. Leher: limfe node anterior dan posterior tidak membesar, kelenjar tiroid dalam batas normal.

g. Mulut, tenggorokan dan Hidung :

  • Inspeksi mulut: mukosa kemerahan lembab, tidak terdapat stomatitis atau radang gusi, tidak teradapat masalah apda gigi, bersih.
  • Inspeksi tenggorok: mukosa baik, tidak ada kelainan, faring tidak hiperemis, tonsil tidak membesar.
  • Inspeksi hidung: tidak kemerahan, tidak terjadi epistaksis, bersih, fungsi baik, septum normal.
  • Thoraks dan paru-paru
  • Inspeksi: simetris kanan-kiri,  tidak terdapat retraksi dinding dada, tidak tampak ketinggalan gerak, pernafasan diafragma.
  • Palpasi: tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba massa.
  • Perkusi: resonan pada lapang paru, paru-paru dalam batas normal.
  • Auskultasi: tidak terdengar suara nafas tambahan.

h. Payudara

  • Inspeksi: membesar, puting susu menonjol keluar, hiperpigmentasi pada areola dan papilla mammae, ASI belum keluar.
  • Palpasi: lunak, tidak teraba adanya massa, tidak terdapat nyeri tekan.

i. Jantung

  • Inspeksi: iktus kordis tidak tampak, jantung tidak membesar, tidak tampak pelebaran vena jantung.
  • Palpasi: tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat pembesaran, iktus kordis teraba dengan pulsasi baik.
  • Perkusi: dullnes pada area jantung, batas-batas jantung normal.
  • Auskultasi: S1 dan S2 murni, tidak teredengar bising jantung.

j. Abdomen

  • Inspeksi: tampak striae gravidarum pada tengah abdomen, membesar, bentuk bulat, tidak tampak pelebaran vena abdomen, umbilikus bersih tidak terdapat discharge.
  • Palpasi: Leopold I         : tinggi fundus uteri 20 Cm.

Pada daerah fundus uteri teraba kepala, janin belum turun.

  • Leopold II: punggung kiri.
  • bagian kecil janin teraba di bagian kanan.
  • Leovold III: presentasi bokong.
  • Leopold IV: kepala janin belum masuk pintu atas panggul.
  • Auskultasi DJJ : 13–13–12= 152 kali/menit, kuat, teratur.
  • Tafsiran berat janin: TFU-12 Cm x 155 gr  20-12 x 155= 1270 gr.

k. Genetalia

Tidak dikaji karena tidak ada keluhan.

l. Anus dan rektum

Tidak dikaji, tidak ada keluhan.

m. Vaskularisasi perifer

Inspeksi wajah dan ekstremitas: tidak terdapat oedema, tidak ada kelainan.

  1. Perkusi refleks tendo: positif, tidak ada gangguan.
  2. Muskuloskeletal

Lengkap, tidak ada masalah, kekuatan otot normal (5).

  1. Neurologik

Nyeri pada daerah ulu hati terutama jika untuk nafas dalam.

L. Pemeriksaan Laboratorium atau Hasil Pemeriksaan Diagnostik Lainnya

Tanggal dan Jenis Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan dan Nilai Normal Interpretasi
- - -

M. Terapi Medis yang Diberikan

Tanggal Jenis Terapi Rute Terapi Dosis Indikasi Terapi
23-11-2004 Emineton Oral 3×1 tablet Suplemen vitamin dan zat besi

N. Lain–lain

Selama kehamilan ini Ibu baru memeriksakan diri 1 kali di RS Panti Rapih ketika usia kehamilan 2 bulan dan 1 kali di Poli kebidanan dan Kandungan RSUP Dr.Sardjito, Ibu juga belum mendapatkan imunisasi TT, Ibu menyatakan akan kontrol secara rutin sampai melahirkan di rumah sakit ini.

ANALISA DATA

Nyeri akut

Data Subyektif:

  • Ibu mengatakan nyeri pada daerah ulu hati ketika nafas dalam, nyeri terasa sengkring-sengkring seperti tertusuk jarum, nyeri sedang skala 4.
  • Ibu mengatakan selama hamil ini frekuensi berkemihnya bertambah.
  • Ibu juga menyatakan merasa terganggu dengan seringnya kencing.

Data Obyektif:

  • Ketika nafas dalam ibu memegangi perutnya.
  • Ekspresi wajah menahan nyeri.
  • Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 130/70 mmHg, Nadi: 88 kali/menit, Temperatur: 36,5 oC, Respirasi rate: 24 kali/menit.
  • Agen injuri biologis: Perubahan fisiologis kehamilan.
  • Frekuensi bak 8-10 kali per hari.
  • Warna air kencing kuning terang jernih.
  • Jumlah ± 1500-2000 ml/hari.

Penekanan kandung kemih karena pembesaran uterus.

Gangguan Eliminasi Urine

Data Subyektif:

  • Ibu bertanya mengenai keadaan janinnya, kebiasaan dulu minum jamu apakah berpengaruh terhadap janinnya, alasan perlunya imunisasi bagi dirinya.

Data Obyektif:

  • Ibu G1 P0 A0 dengan usia kehamilan 27 minggu.
  • Kurangnya informasi.
  • Kurang pengetahuan: Perawatan kehamilan.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Berdasarkan prioritas diagnosa keperawatan yang muncul adalah:

  1. Nyeri akut berhubungan dengan Agen injuri biologis: Perubahan fisiologis kehamilan.
  2. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan Penekanan kandung kemih karena pembesaran uterus.
  3. Kurang pengetahuan: Perawatan kehamilan berhubungan dengan Kurangnya informasi.

III. RENCANA PENDIDIKAN KESEHATAN

  1. Menjelaskan tentang fisiologi nyeri pada kehamilan.
  2. Menjelaskan tentang perubahan biologis dan fisiologis yang terjadi pada kehamilan khususnya sistem perkemihan.
  3. Menganjurkan ibu untuk diet dengan menu seimbang.
  4. Menjelaskan perlunya imunisasi Tetanus Toksoid bagi ibu hamil.
  5. Melakukan diskusi tentang penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan, resiko komplikasi kehamilan, dan hal-hal yang dapat membahayakan janin.
  6. Menjelaskan rencana perawatan dan pengobatan.

IV. PELAKSANAAN

No Diagnosa Keperawatan Pelaksanaan Evaluasi
1 Nyeri akut berhubungan dengan Agen injuri biologis: Perubahan fisiologis kehamilan. 23-11-2004 Jam 09.00 WIB

  • Mengkaji nyeri ibu: PQRST.23-11-2004 Jam 09.15 WIB
  • Memberi penjelasan pada ibu tentang fisiologi nyeri.
  • Mengajarkan tehnik relaksasi dan distraksi yang dapat dilakukan: masase jari tangan atau kaki, masase punggung, masase leher, menonton TV, mendengarkan radio, membaca majalah/koran, berfantasi, dll.
  • Menganjurkan ibu untuk beristirahat bila nyeri datang.
  • Menganjurkan kepada ibu untuk pergi ke dokter jika nyeri bertambah.
23-11-2004 Jam 09.30 WIB:

  • Ibu menyatakan nyeri masih terasa jika untuk nafas dalam, tapi jika melakukan hal-hal yang telah diajarkan nyeri sedikit berkurang.
  • Ibu menyatakan nyeri berkurang sedikit skala 3 (ringan).
  • Ketika menarik nafas dalam masih tampak menahan nyeri dan memegangi perutnya.
  • Ibu mampu melakukan hal-hal yang diajarkan.

O: Aktif dalam diskusi dan demonstrasi.A: Tujuan berhasil sebagian.

P:

  • Anjurkan ibu untuk melakukan teknik yang telah diajarkan di rumah.
  • Anjurkan ibu untuk kontrol teratur.
  • Lanjutkan intervensi saat kunjungan ulang.

I:-

E:-

R:-

2. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan Penekanan kandung kemih karena pembesaran uterus. 23-11-2004 Jam 09.30 WIB

  • Memberi penjelasan tentang perubahan sistem perkemihan selama kehamilan.
  • Menganjurkan ibu untuk melakukan posisi miring saat tidur.
  • Mengkaji tanda-tanda ISK.23-11-2004 Jam 09.45 WIBù  Menganjurkan ibu untuk menjaga masukan cairan 6-8 gelas/hari, tidak minum 2-3 jam sebelum tidur, dan mengurangi garam berlebihan.
  • Ibu mengatakan paham tentang perubahan yang terjadi pada dirinya.
  • Ibu menyatakan akan melakukan cara yang disarankan.
  • O:Tidak terdapat tanda-tanda ISK.ù  Mendengarkan penjelasan dengan penuh perhatian.
  • Tidak pergi ke toilet selama pemeriksaan.

A: Tujuan berhasil.

P: Observasi pada saat kunjungan ulang mengenai masalah ini.

I:-

E:-

R:-

3. Kurang pengetahuan: Perawatan kehamilan berhubungan dengan Kurangnya informasi. 23-11-2004 Jam 09.00 WIB

  • Mengkaji tingkat pengetahuan ibu.
  • Memberi penjelasan tentang perubahan-perubahan biologis dan psikologis normal pada ibu hamil.23-11-2004 Jam 09.30 WIB
  • Memberikan injeksi TT 0,5 ml IM.23-11-2004 Jam 09.35 WIB
  • Menganjurkan ibu untuk diet dengan menu seimbang.
  • Menjelaskan perlunya imunisasi Tetanus Toksoid bagi ibu hamil.
  • Melakukan diskusi tentang penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan, resiko komplikasi kehamilan, dan hal-hal yang dapat membahayakan janin.
  • Menjelaskan rencana perawatan dan pengobatan.
23-11-2004 Jam 10.00 WIB:

  • Ibu mengatakan paham tentang perubahan yang terjadi pada dirinya, dan perlunya imunisasi.
  • Ibu menyatakan tidak akan minum jamu atau obat tanpa perintah dari dokter, dan akan memeriksakan kehamilannya secara teratur di Sardjito.
  • Ibu mengatakan selama ini tidak ada masalah dalam hal makan dan menu yang dimakan sudah cukup baik.

O:

  • Aktif dalam diskusi.
  • Mampu mengulangi hal-hal yang telah diidiskusikan dan diajarkan.

A: Tujuan berhasil.

P: Kaji ulang hal-hal yang telah dijelaskan pada kunjungan ulang.

I: -

E: -

R:-

VI. DAFTAR PUSTAKA

  • Curtis, Glade B . 1999. Kehamilan : Apa Yang Anda Hadapi Minggu Perminggu. Jakarta : Arcan.
  • Doengoes, M. E. 2001. Rencana Perawatan Maternal atau Bayi. Jakarta : EGC.
  • Hamitton, Persis Mary. 1995 . Dasar – dasar Keperawatan Maternitas Edisi 6. Jakarta : EGC.
  • Rustam, Mocthar. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1 Edisi 2. Jakarta : EGC.
  • Scott, James. R. dkk. 2002. Danforth,Buku Saku Obstetri Dan Ginekologi. Jakarta : Widya Medika.
  • Wiknjosastro, Hanifa. 1999. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo.
  • Wiknjosastro, Hanifa. 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo.

Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil

Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil | SeputarSehat.com | 4.5
Leave a Reply