Asuhan Keperawatan Asma

By On Thursday, December 27th, 2012 Categories : Keperawatan

asma pada anak 300x171 Asuhan Keperawatan AsmaAsuhan Keperawatan Asma, Askep Asma (Asthma), berikut adalah gambaran singkat tentang peyakit asma dan Asuhan Keperawatan Asma (Asthma), Asthma ialah suatu proses obstruksi pernafasan yang berulang, ditandai adanya periode  serangan yang tiba-tiba  dan berulang, dimana terjadi spasme bronkial yang mengakibatkan sumbatan jalan nafas.

Salah satu penyebab utama terjadinya penyakit kronik pada anak, kondisi ini biasanya nampak sebelum usia 5 tahun dan sbebelum usia remaja, lebih sering pada anak laki-laki dibanding wanita. Walaupun serangan asthma sering disebabkan oleh faktor instrinsik (seperti aktifitas atau allergi bulu binatang, serbuk, asap rokok, atau debu), faktor-faktor  instrinsik misalnya penyakit, stres, atau kelelahan faktor ini juga merupakan pencetus serangan. Inflamasi dan edema yang berhubungan yang menyebabkan spasme bronkial. Sel mukosa memproduksi sekret yang kental yang menyulitkan untuk dikeluarkan.

Pengobatan biasasnya berupa pemberian steroid dan bronkodilator, peningkatan asupan cairan, penanganan yang terkait dengan pernafasan (seperti latihan batuk dan nafas dalam bila terjadi kongesti paru yang berat atau terjadi pneumonia, fisioterapi dada), dan tindakan nebulizer. Jika terjadi infeksi, pengobatan dapat berupa antibiotika. Potensial komplikasi yang terkait termasuk pneumothoraks, gagal jantung, infeksi pernafasan, gangguan emosional, dan bahkan dapat meninggal duna. Pada kasus yang sama, kondisi penyakit anak akan berkembang setelah  remaja atau atau dapat lebih progresif menjadi emphysema setelah dewasa.

PENGKAJIAN

Pernafasan

  • Nafas pendek
  • Wheezing pernafasan yang lama
  • Retraksi dada
  • Takipnea
  • Batuk kering, batuk pendek (tanda yang sangat sering)
  • Ronchi
  • Gerakan cuping hidung

Kardiovaskuler

  • Takikardi

Neurologis

  • Gelisah
  • Cemas
  • Sulit tidur

Muskuloskeletal

  • Tidak mampu beraktifitas

Integumen

  • Sianosis
  • Pucat

Psikososial

  • Tidak patuh dengan pengobatan

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan konstriksi bronkus.

Hasil yang diharapkan

Anak akan meningkatkan pertukaran gas ditandai oleh berkurangnya wheezing dan retraksi, berkurangnya batuk, warna kulit agak kemerahan, waktu pengisian kapiler 3 sampai 5 detik, dan berkurangnya kegelisahan.

Intervensi

  1. Dorong anak untuk batuk dan latihan nafas dalam setiap 2 jam. Instruksikan  untuk nafas dalam  tiga sampai empat kali, selanjutnya batu pada posisi duduk.
  2. Bila perlu lakukan  pengisapan lendir guna mengeluarkan lendir dari jalan nafas
  3. Jika anak mengalami kongesti paru yang berat atau pneumonia, lakukan fisioterapi dada 3 atu 4 kali sehari.
  4. Kaji frekuensi pernafasan anak dan auskultasi bunyi nafas.
  5. Letakkan anak pada posisi high-Fowler atau posisi duduk dengan dada kedepan
  6. Berikan bronkodilator, seperti albuterol, dan steroid misalnya methylprednisolone (Solu-Medrol), atau inhalasi steroid.
  7. Berikan oksigen humidifier, sesuai petunjuk
  8. Monitor  peak flow rate
  9. Jauhkan  kemungkinan adanya allergen di kamar anak.

Rasional

  1. Batuk akan membantu membersihkan lendir dari paru-paru, dan nafas dalam akan meningkatkan oksigenasi. Duduk tegak lurus akan memudahkan batuk.
  2. Pengisapan lendir membantu untuk mengeluarkan sekret karena anak tidak dapat mengeluarkan sendiri.
  3. Fisioterapi dada –dikombinasi dengan postural drainase, perkusi dada dan vibrasi, latihan batuk dan nafas dalam – membantu menghilangkan dan mengeluarkan sekret, pengembangan jaringan paru, dan meningkatkan efisiensi penggunaan otot-otot pernafasan.
  4. Hal ini akan memberikan data guna mengkaji perubahan bernafas sebelum dan sesudah pengobatan.
  5. Posisi ini akan peningkatkan ekspansi dada
  6. Bronkodilator akan merelaksasi otot polos bronkus; steroid akan mengurangi peradangan.
  7. Oksigen yang dilembabkan akan meningkatkan oksigenasi dan membantu menghilangkan sekret.
  8. Peak flow rate merupakan indikasi tingkat gangguan fungsi paru.
  9. Alergen dapat merangsang timbulnya serangan asthma.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kelelahan sehubungan dengan hipoksia

Hasil yang diharapkan

Anak akan menunjukkan pengurangan kegelisahan dan kelelahan ditandai oleh penurunan agitasi, periode tidur yang tidak terganggu, tidak ada tanda kesukaran pernafasan, dan peningkatan kemampuan untuk melakukan aktifitas.

Intervensi

  1. kaji tanda-tanda hipoksia atau hiperkapnea, termasuk gelisah, agitasi, sianosis, peningkatan frekuensi jantung, dan peningkatan frekuensi pernafasan.
  2. Letakkan anak dalam posisi terlentang dengan kepala ditinggikan 54 derajat.
  3. berikan istirahat yang adekuat dan waktu yang cukup.Lakukan intervensi sesuai petunjuk.

Rasional

  1. Deteksi dini dan pengobatan yang cepat terhadap hipoksia dan hiperkapnea dan  cegah kegelisahan dan kelelahan yang berlebihan.
  2. Menempatkan anak pada posisi tersebut akan meningkatkan kemampuan paru-paru untuk mengembang dan meningkatkan oksigenasi, dan karenanya akan mengurangi kegelisahan.
  3. Istirahat dalam waktu yang cukup akan menurunkan tingkat aktifitas anak, dimana  akan menurunkan dorongan bernafas yang berlebihan dan  mengurangi kelelahan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan gangguan gastrointestinal.

Hasil yang diharapkan

Anak akan berkurang gangguan gastrointestinal yang ditandai oleh berkurangnya mual dan muntah dan  meningkatnya asupan nutrisi (menghabiskan makanan  diatas 80 % pada setiap kali makan).

Intervensi

  1. Berikan anak dengan porsi makan yang sedikit, tapi sering ( lima atau enam perhari) berikan makanan yang disukai.
  2. Berikan makanan lunak, rendah lemak. Gunakan warna sesuai petunjuk; makanan yang berwarna putih – seperti roti panggang, kentang, dan  puding yang terbuat dari susu rendah lemak—cenderung bisa dilunakkan.
  3. Hindari makanan yang dapat menyebabkan respon alergi, seperti telur, terigu, dan coklat.

Rasional

  1. Makanan yang sedikit, tapi sering akan  mengurangi energi untuk mencerna dan  tidak menyebabkan lambung terisi berlebihan, yang dapat menurunkan ekspansi paru. Memberikan pada anak makanan yang disukai akan membantu asupan makanan yang adekuat
  2. Makanan yang pedas dan tinggi lemak menyebabkan gangguan pencernaan dan tidak mudah dicerna.
  3. Makanan ini dapat merangsang serangan alergi pada anak yang sensitif terhadap makanan yang dimaksud.

Asuhan Keperawatan Asma

 

Leave a Reply
Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook