Home » Kuliah » Keperawatan » Asuhan Keperawatan Tuberkulosis

Asuhan Keperawatan Tuberkulosis

Asuhan Keperawatan Tuberkulosis , Askep Tuberkulosis, Tuberkulosis (TB) disebabkan adanya infeksi dari Mycobacterium tuberculosis. Seorang anak yang reaksi kulit terhadap skrening trest TB dan foto toraks guna menentukan adanya lesi aktif dan perluasannya. Anak sangat rentan selama tahun pertama dalam kehidupannya dan  sebelum usia ini, selama usia ini, dan mungkin setelah pubertas.

Baru-baru ini jumlah kasus TB meningkat, terutama yang gelandangan, pada kelompok pendapatan yang rendah, dan  yang terinfeksi human immunodeficiency virus. Pasien dengan kasus TB umumnya menerima pelayanan diluar ; pada kasus yang berat, hospitalisasi diharuskan. Semua kasus dilaporkan kepada  departemen kesehatan setempat. Rencana difokuskan pada pemberian perawatan selama hospitalisasi.

PENGKAJIAN

Integumen

  • Deman
  • Menggigil

Gastrointestinal

  • Kehilangan berat badan

Respirasi

  • Batuk
  • Efusi pleura
  • Kalsifikasi yang nampak pada foto toraks.

Neurologi

  • Meningitis

Muskuloskeletal

  • Infeksi tulang

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan proses infeksi.

Hasil yang dihrapkan

Anak akan mengalami penurunan batuk dan dispnea.

Intervensi

  1. Berikan oksigen yang dilembabkan bagi anak dengan dispnea.
  2. Tinggikan bagian kepala diatas tempat tidur.
  3. Berikan obat batuk ekspektoran sesuai kebutuhan.

Rasional

  1. Dispnea dapat terjadi hingga pemberian agen chemoterapetik dimulai guna menangani pengaruhnya; oksigen yang dilembabkan membantu penurunkan dispnea dan meingkatkan oksigenasi.
  2. Peninggian kepala memungkinkan otot diaphragma meluas
  3. Ekspektoran membantu melepaskan mukus.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan proses infeksi

Hasil yang diharapkan

Keluarga akan mengekspresikan pemahamannya tentang proses penyakit dan pengobatan.

Intervensi

  1. Ajarkan  orang tua dan anak (ika tepat) tentang penularan dan pengobatan TB.
  2. Ajarkan orang tua dan anak (jika tepat) bagaimana memberikan pengobatan ( contoh antibiotik), berapa lama terapi pengobatan harus dijalani, dan apa yang terjadi jika anak tidak menerima secara penuh pengobatnnya.

Rasional

  1. Pemahaman bagaimana penularan TB dan penangannnya membantu mengurangi kecemasan dan peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan, prosedur isolasi, dan pengobatan yang diberikan.
  2. Pemahaman bagaimana memberikan pengobatan dan risiko bila pengobatan dihentikan akan meningkatkan kepatuhan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Ketidakpatuhan berhubungan dengan pengobatan yang lama

Hasil yang diharapkan

Orang tua dan anak akan mengikuti pedoman pengobatan.

Intervensi

  1. kaji seberapa banyak pengetahuan orang tua dan anak tentang TB dan apa ketidakpahamannya yang dimiliki.
  2. Ajarkan orang tua dan anak (jika tepat) tentang program pengobatan dan alasan mengikuti pengobatan secara penuh, dan yakinkan tentang pengajaran yang diperlukan.
  3. Identifikasi alternatif pemberi pelayanan yang dapat memberikan pengobatan anak jika diperlukan.

Rasional

  1. Pengkajian membantu menentukan apa yang orang tua dan anak butuhkan untuk belajar mengikuti pengobatan jangka panjang.
  2. Pengajaran dan penguatan diberikan pada orang tua dan anak dengan informasi perlunya mengikuti secara penuh rpohram pengobatan dan menurunkan risiko kegagalan akibat kurangnya pengetahuan.
  3. Hal ini akan menurunkan risiko kesalahan anak selama pengobatan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Risiko gangguan parenting berhubungan dengan isolasi.

Hasil yang diharapkan

Anak tidak akan mengalami kecemasan karena perpisahan berhubungan dengan penurunan kontak parental.

Intervensi

  1. Ajarkan orang tua tentang tehnik isolasi dengan benar.
  2. Dorong orang tua dan anggota keluarga lainnya untuk mengunjungi secara teratur.

Rasional

  1. Pemahaman dan mengikuti tehnik isolasi membantu mencegah penularan TB yang memungkinkan orang tua bersama selama mungkin dengan anaknnya, akan mengurangi perpisahan.
  2. Seringnya keluarga kontak akan mengurangi kecemasan akibat perpisahan.

Daftar cek pendokumentasian

Selama  tinggal rawat di rumah sakit, catatan :

ٱ Keadaan anak dan pengkajian yang dilakukan selama masuk rumah sakit.

ٱ Perubahan keadaan anak, terutama perubahan status pernafasan

ٱ Berhubungan dengan hasil laboratorium dan diaghnostik test

ٱ Asupan dan haluaran cairan

ٱ Asupan nutrisi

ٱ Kepatuhan mengikuti program pengobatan

ٱ Respon anak terhadap pengobatan

ٱ Reaksi anak dan orang tua terhadap  sakit dan tinggal rawat di rumah sakit.

ٱ Pedoman pengajaran pasien dan keluarganya

ٱ Pedoman rencana tindak lanjut.

 

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN TUBERKULOSIS PARU
No
Diagnosa Keperawatan
Tujuan dan criteria Hasil
Intervensi
1
Bersihan Jalan Nafas tidak Efektif
Definisi : Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernafasan untuk mempertahankan kebersihan jalan nafas.
Batasan Karakteristik :
–          Dispneu, Penurunan suara nafas
–          Orthopneu
–          Cyanosis
–          Kelainan suara nafas (rales, wheezing)
–          Kesulitan berbicara
–          Batuk, tidak efekotif atau tidak ada
–          Mata melebar
–          Produksi sputum
–          Gelisah
–          Perubahan frekuensi dan irama nafas
Faktor-faktor yang berhubungan:
–          Lingkungan : merokok, menghirup asap rokok, perokok pasif-POK, infeksi
–          Fisiologis : disfungsi neuromuskular, hiperplasia dinding bronkus, alergi jalan nafas, asma.
–          Obstruksi jalan nafas : spasme jalan nafas, sekresi tertahan, banyaknya mukus, adanya jalan nafas buatan, sekresi bronkus, adanya eksudat di alveolus, adanya benda asing di jalan nafas.
NOC :
v  Respiratory status : Ventilation
v  Respiratory status : Airway patency
v  Aspiration Control
Kriteria Hasil :
v  Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips)
v  Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)
v  Mampu mengidentifikasikan dan mencegah factor yang dapat menghambat jalan nafas
NIC :
Airway suction
§   Pastikan kebutuhan oral / tracheal suctioning
§    Auskultasi suara nafas sebelum dan sesudah suctioning.
§   Informasikan pada klien dan keluarga tentang suctioning
§   Minta klien nafas dalam sebelum suction dilakukan.
§   Berikan O2 dengan menggunakan nasal untuk memfasilitasi suksion nasotrakeal
§   Gunakan alat yang steril sitiap melakukan tindakan
§   Anjurkan pasien untuk istirahat dan napas dalam setelah kateter dikeluarkan dari nasotrakeal
§   Monitor status oksigen pasien
§   Ajarkan keluarga bagaimana cara melakukan suksion
§   Hentikan suksion dan berikan oksigen apabila pasien menunjukkan bradikardi, peningkatan saturasi O2, dll.
Airway Management
·          Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu
·          Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
·          Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan
·          Pasang mayo bila perlu
·          Lakukan fisioterapi dada jika perlu
·          Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
·          Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
·          Lakukan suction pada mayo
·          Berikan bronkodilator bila perlu
·          Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab
·          Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
·          Monitor respirasi dan status O2
2
Pola Nafas tidak efektif
Definisi : Pertukaran udara inspirasi dan/atau ekspirasi tidak adekuat
Batasan karakteristik :
–    Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi
–    Penurunan pertukaran udara per menit
–    Menggunakan otot pernafasan tambahan
–    Nasal flaring
–    Dyspnea
–    Orthopnea
–    Perubahan penyimpangan dada
–    Nafas pendek
–    Assumption of 3-point position
–    Pernafasan pursed-lip
–    Tahap ekspirasi berlangsung sangat lama
–    Peningkatan diameter anterior-posterior
–    Pernafasan rata-rata/minimal
§   Bayi : < 25 atau > 60
§   Usia 1-4 : < 20 atau > 30
§   Usia 5-14 : < 14 atau > 25
§   Usia > 14 : < 11 atau > 24
–    Kedalaman pernafasan
§   Dewasa volume tidalnya 500 ml saat istirahat
§   Bayi volume tidalnya 6-8 ml/Kg
–    Timing rasio
–    Penurunan kapasitas vital
Faktor yang berhubungan :
–          Hiperventilasi
–          Deformitas tulang
–          Kelainan bentuk dinding dada
–          Penurunan energi/kelelahan
–          Perusakan/pelemahan muskulo-skeletal
–          Obesitas
–          Posisi tubuh
–          Kelelahan otot pernafasan
–          Hipoventilasi sindrom
–          Nyeri
–          Kecemasan
–          Disfungsi Neuromuskuler
–          Kerusakan persepsi/kognitif
–          Perlukaan pada jaringan syaraf tulang belakang
–          Imaturitas Neurologis
NOC :
v  Respiratory status : Ventilation
v  Respiratory status : Airway patency

v  Vital sign Status

Kriteria Hasil :

v  Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips)

v  Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)

v  Tanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernafasan)

NIC : Airway Management

·          Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu
·          Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
·          Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan
·          Pasang mayo bila perlu
·          Lakukan fisioterapi dada jika perlu
·          Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
·          Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
·          Lakukan suction pada mayo
·          Berikan bronkodilator bila perlu
·          Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab
·          Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
·          Monitor respirasi dan status O2
Terapi Oksigen
v  Bersihkan mulut, hidung dan secret trakea
v  Pertahankan jalan nafas yang paten
v  Atur peralatan oksigenasi
v  Monitor aliran oksigen
v  Pertahankan posisi pasien
v  Onservasi adanya tanda tanda hipoventilasi
v  Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi
Vital sign Monitoring
§   Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
§   Catat adanya fluktuasi tekanan darah
§   Monitor VS saat pasien berbaring, duduk, atau berdiri
§   Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan
§   Monitor TD, nadi, RR, sebelum, selama, dan setelah aktivitas
§   Monitor kualitas dari nadi
§   Monitor frekuensi dan irama pernapasan
§   Monitor suara paru
§   Monitor pola pernapasan abnormal
§   Monitor suhu, warna, dan kelembaban kulit
§   Monitor sianosis perifer
§   Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
§   Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign
3
Gangguan Pertukaran gas
Definisi : Kelebihan atau kekurangan dalam oksigenasi dan atau pengeluaran karbondioksida di dalam membran kapiler alveoli
Batasan karakteristik :
è Gangguan penglihatan
è Penurunan CO2
è Takikardi
è Hiperkapnia
è Keletihan
è somnolen
è Iritabilitas
è Hypoxia
è kebingungan
è Dyspnoe
è nasal faring
è AGD Normal
è sianosis
è warna kulit abnormal (pucat, kehitaman)
è Hipoksemia
è hiperkarbia
è sakit kepala ketika bangun
èfrekuensi dan kedalaman nafas abnormal
Faktor faktor yang berhubungan :
è ketidakseimbangan perfusi ventilasi
è perubahan membran kapiler-alveolar
NOC :
v  Respiratory Status : Gas exchange

v  Respiratory Status : ventilation

v  Vital Sign Status

Kriteria Hasil :

v  Mendemonstrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat

v  Memelihara kebersihan paru paru dan bebas dari tanda tanda distress pernafasan

v  Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips)

v  Tanda tanda vital dalam rentang normal

NIC :Airway Management

·          Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu
·          Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
·          Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan
·          Pasang mayo bila perlu
·          Lakukan fisioterapi dada jika perlu
·          Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
·          Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
·          Lakukan suction pada mayo
·          Berika bronkodilator bial perlu
·          Barikan pelembab udara
·          Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
·          Monitor respirasi dan status O2

Respiratory Monitoring

·          Monitor rata – rata, kedalaman, irama dan usaha respirasi
·          Catat pergerakan dada,amati kesimetrisan, penggunaan otot tambahan, retraksi otot supraclavicular dan intercostal
·          Monitor suara nafas, seperti dengkur
·          Monitor pola nafas : bradipena, takipenia, kussmaul, hiperventilasi, cheyne stokes, biot
·          Catat lokasi trakea
·          Monitor kelelahan otot diagfragma (gerakan paradoksis)
·          Auskultasi suara nafas, catat area penurunan / tidak adanya ventilasi dan suara tambahan
·          Tentukan kebutuhan suction dengan mengauskultasi crakles dan ronkhi pada jalan napas utama
·          auskultasi suara paru setelah tindakan untuk mengetahui hasilnya
4
Kurang Pengetahuan
Definisi :
Tidak adanya atau kurangnya informasi kognitif sehubungan dengan topic spesifik.
Batasan karakteristik : memverbalisasikan adanya masalah, ketidakakuratan mengikuti instruksi, perilaku tidak sesuai.
Faktor yang berhubungan : keterbatasan kognitif, interpretasi terhadap informasi yang salah, kurangnya keinginan untuk mencari informasi, tidak mengetahui sumber-sumber informasi.
NOC :
v   Kowlwdge : disease process
v   Kowledge : health Behavior
Kriteria Hasil :
v  Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis dan program pengobatan
v  Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar
v  Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat/tim kesehatan lainnya
NIC :
Teaching : disease Process
1.        Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang proses penyakit yang spesifik
2.        Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi dan fisiologi, dengan cara yang tepat.
3.        Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit, dengan cara yang tepat
4.        Gambarkan proses penyakit, dengan cara yang tepat
5.        Identifikasi kemungkinan penyebab, dengna cara yang tepat
6.        Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang tepat
7.        Hindari harapan yang kosong
8.        Sediakan bagi keluarga informasi tentang kemajuan pasien dengan cara yang tepat
9.        Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit
10.     Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
11.     Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second opinion dengan cara yang tepat atau diindikasikan
12.     Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan, dengan cara yang tepat
13.     Rujuk pasien pada grup atau agensi di komunitas lokal, dengan cara yang tepat
14.     Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala untuk melaporkan pada pemberi perawatan kesehatan, dengan cara yang tepat
5
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Definisi : Intake nutrisi tidak cukup untuk keperluan metabolisme tubuh.
Batasan karakteristik :
–    Berat badan 20 % atau lebih di bawah ideal
–    Dilaporkan adanya intake makanan yang kurang dari RDA (Recomended Daily Allowance)
–    Membran mukosa dan konjungtiva pucat
–    Kelemahan otot yang digunakan untuk menelan/mengunyah
–    Luka, inflamasi pada rongga mulut
–    Mudah merasa kenyang, sesaat setelah mengunyah makanan
–    Dilaporkan atau fakta adanya kekurangan makanan
–    Dilaporkan adanya perubahan sensasi rasa
–    Perasaan ketidakmampuan untuk mengunyah makanan
–    Miskonsepsi
–    Kehilangan BB dengan makanan cukup
–    Keengganan untuk makan
–    Kram pada abdomen
–    Tonus otot jelek
–    Nyeri abdominal dengan atau tanpa patologi
–    Kurang berminat terhadap makanan
–    Pembuluh darah kapiler mulai rapuh
–    Diare dan atau steatorrhea
–    Kehilangan rambut yang cukup banyak (rontok)
–    Suara usus hiperaktif
–    Kurangnya informasi, misinformasi
Faktor-faktor yang berhubungan :
Ketidakmampuan pemasukan atau mencerna makanan atau mengabsorpsi zat-zat gizi berhubungan dengan faktor biologis, psikologis atau ekonomi.
NOC :
v  Nutritional Status : food and Fluid Intake
Kriteria Hasil :
v  Adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan
v  Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan
v  Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
v  Tidak ada tanda tanda malnutrisi
v  Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti
NIC :
Nutrition Management
§   Kaji adanya alergi makanan
§   Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien.
§   Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe
§   Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C
§   Berikan substansi gula
§   Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
§   Berikan makanan yang terpilih ( sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi)
§   Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian.
§   Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
§   Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
§   Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan
Nutrition Monitoring
§   BB pasien dalam batas normal
§   Monitor adanya penurunan berat badan
§   Monitor tipe dan jumlah aktivitas yang biasa dilakukan
§   Monitor interaksi anak atau orangtua selama makan
§   Monitor lingkungan selama makan
§   Jadwalkan pengobatan  dan tindakan tidak selama jam makan
§   Monitor kulit kering dan perubahan pigmentasi
§   Monitor turgor kulit
§   Monitor kekeringan, rambut kusam, dan mudah patah
§   Monitor mual dan muntah
§   Monitor kadar albumin, total protein, Hb, dan kadar Ht
§   Monitor makanan kesukaan
§   Monitor pertumbuhan dan perkembangan
§   Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungtiva
§   Monitor kalori dan intake nuntrisi
§   Catat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan cavitas oral.
§   Catat jika lidah berwarna magenta, scarlet

 Asuhan Keperawatan Tuberkulosis

Artikel yang banyak dicari: