Home » Kuliah » Keperawatan » Asuhan Keperawatan Sindroma Arnold

Asuhan Keperawatan Sindroma Arnold

Asuhan Keperawatan Sindroma Arnold, Askep Sindroma Arnold(Chiari), Sindroma Arnold-Chiari pemanjangan atau penjuluran kebagian bawah dari serebelum dan medulla oblongata melalui foramen magnum kedalam saluran spinal, terjadi pada  semua bayi yang mengalami myelomeningocele pada spina bifida. Hidrosefalus biasanya bersaman dengan kelaianan ini, menyebabkan gangguan pengaliran cairan serebrospinal.

Disamping tanda dan gejala dari hidrosefalus, indikasi lain dari sindroma Arnold-Chiari termasuk kekakuan, pernafasan yang keras, iritabilitas, muntah, refkels mengisap melemah, hiperekstensi leher.

Pengobatan berupa pembedahan dengan membuat shunt sama  dengan yang digunakan ada hidrosefalus. Pembedahan dekompresi pada  tonsil serebelum pada foramen magnum kadang-kdang dipertimbangkan.

Intervensi

  1. Mengkaji frekuensi pernafasan bayi dan irama pernafasan setiap 2 sampai 4 jam adanya tanda-tanda apnea, stridor, atau tidak efektif atau kelemahan refkels mengisap.

Rasional

  1. Tanda-tanda ini menunjukkan indikasi dari sindroma Arnold-Chiari, kelainan bentuk dari  bagian belakang otak. Semua bayi dengan myelomeningocele yang mengalami sindroma Arnold Chiari ; hanya sekitar 10 % mengalami gejala-gejala ini. Hidrosefalus berhubungan dengan masalah ini (lihat Sindroma  Arnold-Chiari)

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan eliminasi berkemih berhubungan dengan injury pada saraf sumsum tulang belakang

Hasil yang diharapkan

Bayi tidak mengalami tanda-tanda infeksi saluran kemih  (ISK) ditandai dengan suhu tubuh kurang dari 100˚F (37,8˚C) dan jumlah lekosit sesuai dengan tingkat usia.

Intervensi

  1. Hati-hati mencatat frekuensi dan jumlah bayi berkemih
  2. Monitor  dan catat asupan dan output cairan secara hati-hati
  3. Pertahankan atau  pasang kateter  secara intermitten setiap 4 jam. Ajarkan orang tua bagaimana  merawat kateter dengan cara tehnik yang bersih atau Crede’s maneuver.
  4. Kateterisasi dilakukan pada bayi  setelah pengosongan
  5. Timbang berat badan bayi setiap hari
  6. Dorong peningkatan asupan cairan.
  7. Observasi,  laporkan, dan catat adanya tanda-tanda infeksi saluran kemih, termasuk bau urin, peningkatan  suhu badan, dan  dan kekeruhan urin./

Rasional

  1. Gangguan sphincter dan sistem persarafan kandung kemih biasanya terjadi pada anak myelomeningocele. Fungsinya bergantung pada  integritas akar saraf sakrum. Sering mpengosongan hanya terjadi saat urin mengalir berlebihan kedalam kandung kemih.
  2. Tindakan monitor  akan mendeteksi secara dini tidak adekuatnya pengosongan yang dapat meningkatkan terjadinya ISK.
  3. Intermitten kateterisasi secara sempurna mengosongkan  kandung kemih, dan Crede’s maneuver dengan cara menekan secara hati-hati dibagian bawah umbilikus kearahan simfisis pubis untuk mengosongkan kandung kemih, keduanya dapat mengurangi risiko ISK.
  4. Tindakan ini membantu  menentukan bagaimana  sebaiknya  bayi mengosongkan kansdung kemihnya. Overdistensi kandung kemih menyebabkan iskemia dinding kandung kemih dan melemakhan resistensi infeksi. Juga, urine sisa sebagai media pertumbuhan bakteri dalam kandung kemih.
  5. Perubahan berat badan dapat memberi informasi tentang keadaan hidrasi bayi.
  6. Peningkatan asupan cairan akan meningkatkan aliran darah ginjal dan membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih.
  7. Myelomeningocele dapat mengakibatkan terjadinya risiko ISK, dengan mengenali tanda-tanda secara dini dan dapat memberikan pengobatan ecara cepat.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Konstipasi berhubungan dengan tingkat injury sumsum tulang belakang

Hasil yang diharapkan

Bayi akan mempertahankan gerakan usus secara teratur

Intervensi

  1. Observasi, laporkan dan catat karakteristik pembukaan anus dari bayi dan pola gerakan usus.
  2. Kaji ditensi abdomen, muntah, dan kesulitan makan.

Rasional

1. Pengkajian spincter anus

Asuhan Keperawatan Sindroma Arnold