Home » Kuliah » Keperawatan » Asuhan Keperawatan Gagal Jantung

Asuhan Keperawatan Gagal Jantung

Asuhan Keperawatan Gagal Jantung,  atau biasa di sebut Askep Gagal Jantung bermanfaat bagi yang membutuhkan sebagai salah satu referensi untuk membuat Asuhan Keperawatan Gagal Jantung .

Asuhan Keperawatan Gagal Jantung

PENDAHULUAN
Gagal jantung terjadi saat jantung tidak dpat memompakan sejumlah darah yang cukup kedalam siekulasi sistemik guna memenuhi kebutuhan kerja. Biasanya dibedakan kedalam gagal jantung kiri dan kanan, gagal jantung biasanya disebabkan oleh kelainan jantung kongenital selama bayi.
Komplikasi dari gangguan ini termasuk hemapatomegali, asites, dan sianosis. Pengobatan termasuk diuretik (pengobatan edema dan mencegah reabsorpsi garam) dan digoxin (meningkatkan kontraktilitas jantung dan memperlambat heart rate), diet rendah garam, pembatasan cairan, dan penurunan aktifitas dan stres.
PENGKAJIAN
Bayi
Kardiovaskuler
  • Ringan : resting takikardia (diatas 160 denyutan/menit0
  • Berat: penurunan nadi perifer ( 1+ atau 2+; jika duktus arteriosus menetap menyebabkan 4+).

Pernafasan

  • Ringan: Resting takikardia (diatas 60 denyutan/menit)
  • Kompensasi: Upaya respirasi berlebihan (resting takikardia, retraksi substernal dan interkostal, nasal flaring, crackle, batuk kering, dispnea, dan orthopnea)

Gastrointestinal

  • Ringan: peningkatan berat badan yang perlahan-lahan

Genitourinaria

  • Berat: Penurunan haluaran urine (kurang dari 1 ml/jam).

Muskuloskeletal

  • Ringan: letih bila makan, gagal untuk bertumbuh, hambatan perkembangan.

Integumen

  • Ringan: Diaphoresis (kepala dan wajah), pucat,kehitaman.
  • Kompensasi:  edema orbita, edema perifer, ekstremitas dingin, edema skjrotum (pada bayi pria dengan gagal jantung berat).
Anak dan remaja
Kardiovaskuler
  • Ringan: resting takikardia
  • Berat: Penurunan denyut perifer (1+ atau 2+; jika duktus arteriosus menetap  menyebabkan 4+)

Pernafasan

  • Ringan: resting takipnea, dispnea yang hebat
  • Kompensasi: Upaya bernafas yang berlebihan (termasuk resting takipnea, retraksi substernal dan interkostal, nasal flaring, creckle, dan batuk kering), wheezing, orthopnea.

Gastrointestinal

  • Ringan: kuirangnya nafsu makan, peningkatan berat badan yang cepat (“berat cairan”)
  • Kompensasi: Ederma orbita, edema bergantung pada lengan dan tungkai, pucat, kehitaman, ekstremitas dingin.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Volume cairan berlebihan berhubungan dengan peningkatan aliran darah pada paru-paru (pada kelainanan septum ventrikel, duktus arteriosus yang menetap, fistula atrioventrikuler, kebocoran katup jantung, gagal ginjal, pemberian cairan I.V yang berlebihan).

Hasil yang diharapkan

Anak akan mempertahankan keadaan jantun tetap stabil ditandai oleh frekuensi jantung dan pernafasan sesuai usia dan  tidak ada crackle atau ronchi.

Intervensi

  1. Kaji dan catat keadaan kardiovaskuler anak melalui pencatatan denyut apikal dan iramanya, denyut perifer, tekanan darah, waktu pengisian kapiler, dan perubahan kulit (warna kulit lurik, edema, peningkatan atau penurunan temperatur, diaphoresis).
  2. Gunakan monitor jantung guna mengkaji keadaan anak. Kaji tanda-tanda vital dan beritahu segera pada dokter bila terjadi perubahan yang bermakna.
  3. Berikan digoxin (lanoxin), obat ini merupakan obat pilihan, atau pengobatan jantung lainnya, sesuai pertunjuk. Berikan setengah dari seluruh pengobatan diditalisasi dalam dosis tertentu, selanjutnya seperempat dari total dosis dalam dua dosis berikutnya.
  4. Berikan istirahat sesewring mungkin.
  5. Saat penanganan anak, lakukan dengan cara yang tenang, berikan perawatan yang konsisten, dan lakukan prosedur yang dianggap berbahaya dalam ruang tindakan, tidak didalam ruang anak.
  6. monitor serum digoxin ( pengobatan berentang dari 0,5 sampai 2 ng/ml.
  7. Kaji tanda-tanda keracunan digoxin, seperti muntah dan mata berkunang-kunang.

Rasional

  1. Pengkajian data dasar dan perubahan keadaan jantung anak, termasuk takikardia, bradikardia, hipotensi, dan ketidakteraturan heart rate –semua berindikasi sebagai dekompensasi jantung.
  2. Monitoringjantung akan mendeteksi dengan segera perubahan heart rate dan irama jantung, seperti takikardia(tanda awal gagal jantung) dan atritmia (mungkin merupakan pengaruh lanjut dari berbagai penanganan gagal jantung).
  3. Pengobatan ini akan  membuat kontraksi jantung menjadi kuat dan lambat.
  4. Instirahat yuang sering menurunkan beban kerja jantung.
  5. Intervensi ini dapat membantu menurunkan stres dan kecemasan, menurunkan beban jerka jantung.
  6. monitoring diperlukan untuk mempertahankan tingkat pengobatan.
  7. Digoxin dapat menyebabkan reaksi  lanjut yang berat.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan edema paru.

Hasil yang diharapkan

Anak akan mempertahankan oksigenasi yang adekuat ditandai oleh warna kulit  dan mukosa membran berwarna marah jambu dan waktu pengisian kapiler 3 sampai 5 detik.

Intervensi

  1. Kaji dan catat keadaan pernafasan anak melalui :
  • Mencatat frekuensi, sifat, dan keteraturan pernafasan
  • Auskultasi bunyi nafas
  • Catat adanya batuk dan sifatnya.
  1. tempatkan anak pada posisi semi-Fowler
  2. berikan oksigen belalui sungkup wajah, kap oksigen (untuk bayi), atau nasal kanule, sesuai petunjuk.
  3. berikan diuretik sesuai petunjuk; catat asupan dan haluaran cairan.
  4. Monitor elektrolit serum, terutama kalium (lihat lampiran E, nilai laboratorium normal).
  5. Monitor catatan oksimeter, jika tingginya 90s

Rasional

    1. Pengkajian data dasar dan perubahan keadaan pernafasan anak, seperti tanda gangguan pernafasan (dispnea, crackle, takipnea, retraksi, dan sianosis).
    2. Posisi semi-Fowler memungkinkan terjadi gravitasi guna menurunkan tekanan pada jantung dan paru-paru.
    3. Peningkatan jumlah oksigen dalam udara yang diinspirasi akan membantu untuk mengkompensasi gangguan pertukaran oksigen dalam laveoli akibat kongesti  paru.
    4. Diuretik menyebabkan jaringan melepaskan cairan dan ginjal melepaskan banyak caioran.
    5. Ketidakseimbangan elektrolit dapat disebabkan adanya edema atau penggunaan diuretik; penurunan atau peningkatan kalium dapat menyebabkan aritmia.
    6. Perubahan penilaian oksimeter pada oksigenasi anak,  yang dapat dicuragai adanya kongesti paru dan gangguan pertukaran gas dalam alveoli.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan simpanan energi.

Hasil yang diharapkan

Anak akan mempertahankan asupan nutrisi adekuat ditandai oleh makan 80% dari makanan yang disediakan dan mempertahnkan berat badan tetap stabil dan turgor kulit baik.

Intervensi

  1. Jadwalkan makan setelah periode istirahat, dan berikan lingkungan yang tenang.
  2. Berikan makan sedikit, sering (5 atau 6 kali perhari).
  3. Tempatkan anak pada posisi semi-Fowler selama makan.
  4. Berikan makanan pada anak dengan formula yang disenangi atau makan yang disukai; jika anak diberikan pengobatan yang mengakibatkan penurunan kalium, berikan makanan yang kaya akan kalium.
  5. Jika ditentukan, berikan oksigen selama makan.
  6. Tingkatkan asupan kalori melalui pemberian makanan dengan formula tinggi kalori.
  7. Jika anak bosan sebelum makan yang cukup, berikan makan melalui nasogastrik, sesuai petunjuk.
  8. Batasi asupan caioran pada anak, sesuai petunjuk.

Rasional

  1. Anak memiliki banyak energi setelah istirahat dari kegiatan mengisap atau menguyah dan menalan. Lingkungan tenang membantu relaksasi anak, yang asupan akan meningkat.
  2. Makan sedikit, dan sering membantu pencegah distensi lambung akibat makan berlebihan pada saat makan dan  menggunakan sedikit energi anak pada saat makan.
  3. Posisi semi-Fowler memudahkan menelan; gravitasi membantu menurunkan tekanan pada jantung dan paru-paru.
  4. Makan pada anak dengan formula yang disenangi atau makan yang dapat membantu meningkatkan asupan; menurunkan kadar kalium yang dapat memicu aritmia.
  5. Sebab kangesti paru dapat menurunkan pengambilan oksigen, peningkatan konsentrasi oksigen dari udara yang diinspirasi dapat membantu peningkatan tingkat energi anak saat dia  makan.
  6. Anak harus mengkonsumsi banyak kalori guna meningkatan kebutuhan metabolisma sebagai akibat takipnea, takikardia, dan gangguan pernafasan.
  7. Pemberian makanan melalui nasogastrik memungkinkan anak dapat menerima nutrisi yang adekuat.
  8. Pembatasan cairan dapat sarankan untuk menurunkan volume sirkulasi yang berhubungan dengan retensi cairan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Risiko injury berhubuan dengan dosis pengobatan atau respon fisiologis akibat pengobatan.

Hasil yang diharapkan

Anak akan menunjukkan tidak adanya injury akibat dosis pengobatan atau respon fisiologis akibat pengobatan.

Intervensi

  1. monitor heart rate anak dan irama jantung melalui penggunaan monitoring jantung.
  2. Monitor kladar elektrolit anak.
  3. Lakukan cek ulang pada semua perhitungan obat secara akurat; yakinkan bahwa petunjuk sudah bebar dan bahwa anak menerima dalam jumlah yang bear.

Rasional

  1. Monitorting jantung mendeteksi gangguan heart rate dan irama jantung  sehubungan dengan pengobatan yang digunakan. Contoh, first-degree heart block atau sinus bradikardia dapat berinidikasi adanya  keracunan digoxin, dan ventrikular aritmia dapat disebabkan oleh hipokalemia karena penggunaan diuretik.
  2. Ketidakseimbangan elektrolit dapat disebabkan karena penggunaan obat. Contoih, diuretik dapat menyebabkan dipokalemia, yang dapat berpotensi terjadinya keracunan akibat pengaruh digoxin.
  3. Akurasi semua pengobatan menjamin anak menerima pengobatan dengan benar dalam jumlah yang diperlukan untuk pengobatan yang efektif.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kecemasan (orang tua) berhubungan dengan anak yang sakit, tinggal rawat di rumah sakit, dan  perawatan dirumah

Hasil yang diharapkan

Orang tua akan berkurang kecemasannya ditandai oleh bertanya dengan pertanyaan yang tepat tentang kondisi anak.

Intervensi

  1. Jelaskan pada orang tua difat penyakit anak dan alasan tinggal dirumah sakit. Juga jelaskan semua prosedur dan pengobatan, dan mulai dengan instruksi lanjut yang dimulai sejak dirumah sakit.
  2. Dorong orang tua berpartisipasi dalam perawatan anak dengan membantu memberikan obat dan  memandikan, memberi makan, dan memonitoring anak.
  3. Berikan dukungan emosional pada orang tua.

Rasional

  1. Mengetahui informasi akan membantu orang tua memahami kondisi anak dan pengobatan yang diharapkan dan memudahkan menangani kecemasannya.
  2. Berpartisipasi dalam perawatan anak akan menurunkan kecemasan orang tua tentang pengobatan dan tinggal rawat di rumah sakit.Juga memungkinkan memulai mempraktikan prosedur perawatan dirumah dibawah pengawasan.
  3. Memberikan dukungan emosional membantu menurunkan kecemasan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan proses penyakit dan perawatan dirumah.

Hasil yang diharapkan

Orang tua akan mengekspresikan pemahamannya terhadap penyakit dan instruksi perawatan dirumah.

Intervensi

  1. Ajarkan orang tua tentang tanda-tanda dan gejala-gejala gagal jantung; termasuk takipnea, takikardia, kelelahan, kurang makan, gelisah, diaphoresis, peningkatan berat badan yang cepat, dispnea, sianosis, wheezing, dan edema perifer.
  2. Ajarkan orang tua tentang pemberian obat; termasuk detail dosis dan kemungkinan terjadinya reaksi lanjut, khususnya digoxin, dan berikan informasi tentang pengawasan keracunan.
  3. Ajarkan orang tua tentang maksud dan penggunaan alat monitoring di rumah.
  4. Jelaskan pada orang tua pentingnya makanan tinggi kalori, diet rendah garam; jika anak menggunakan pengobatan yang dapat mengakibatkan penurunan kalium, jelaskan pentingnya penambahan kalium dalam makanan pada makanan akan.

Rasional

  1. Mengetahui tanda-anda dan gejala-gejala gagal jantung akan membantu orang tua secara cepat menemui dokjter meminta bantuan jika diperlukan.
  2. Penjelasdan informasi membantu menjamin pemberian pengoabtan secara benar dan memenuhi seluruh rencana pengobatan; orang tua memerlukan pengetahuan secara bertahap bagiamana menangani anak bila terjadi peristiwa yang berhubungan dengan pengobatan.
  3. Anak memerlukan pengawasan dirumah guna mendeteksi kejadian bradikardia, takikardia, atau apnea.
  4. Anak akan membutuhkan ekstra kalori untuk bertumbuh dan kadar natrium yang rendah guna mencegah retensi cairan dan hipertensi; pengobatan yang mengakibatkan penurunan kalium akan berisiko aritmia karena menurunnya kadar kalium. Mengetahui onformasi akan mendorong memenuhi kebutuhan diet anak.

Daftar cek pedokumentasian

Selama tinggal rawat di rumah sakit, catatan :
Keadan anak dan pengkajian selama di rumah sakt.
Perubahan keadaan anak
Berhubungan dengan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan diagnostik
Asupan dan haluaran cairan
Asupan nutrisi
Respon anak terhadap pengobatan
Reaksi anak dan oranhg tua terhadap sakit dan tinggal rawat dirumah sakit.
Pedoman pengajaran pasien dan keluarga
Pedoman rencana pulang.
Asuhan Keperawatan Gagal Jantung

Artikel yang banyak dicari: