Home » Kuliah » Keperawatan » Asuhan Keperawatan Cystic Fibrosis

Asuhan Keperawatan Cystic Fibrosis

Asuhan Keperawatan Cystic Fibrosis, Merupakan Penyakit autosomal yang resessif, cystic fibrosis (CF) adalah penyakit genetik yang paling sering mengancam kehidupan pada anak kulit putih di Amerika Serikat. CF mempengaruhi fungsi pernafasan dan sistem tubuh lainnya, menurnnya  produksi mukus dari kelenjar eksokrin, dan lendir yang kental. Secara khusus, lendir yang kental menyumbat fungsi membran dan  membran sel yang mengangkut  beberapa organ pada paru-paru, pankreas, dan hati, menyebabkan gangguan pernafasan, infeksi pernafasan yang kronik, penurunan nutrisi, dan sirosis.

Asuhan Keperawatan Cystic Fibrosis

Cystic-FibrosisPenyakit ini dalam berbagai tingkatan, berhubungan dengan banyak komplikasi, termasuk infeksi pernafasan kronik, ileus akibat mekoneum (saat bayi lahir), pankreatitis, batu empedu, pneumothoraks, prolaps rectum, dan ibu menjadi mandul. Pengobatan termasuk terapi paru, pengoatan enzim pankreas dan vitamin, dan diet tinggi kalori dan tinggi protein. Walaupun banyak anak hidup sampai dewasa ( nilai media usia harapan hidup sampai 28 tahun), harapan untuk hidup lebih banyak pada wanita dibanding pria.

[divider style=”double”]

PENGKAJIAN

[tabgroup][tab title=”Pernafasan“]

  • Wheezing
  • Batuk yang tidak produktif
  • Hemoptisis
  • Atelektasis
  • Dispnea
  • Barrel chest
  • Tracheobronchitis
  • Takipnea

[/tab][tab title=”Gastrointestinal“]

  • Kegagalan pertumbuhan
  • Feces berbau busuk, bulky, tidak ada feces atau diare yang kronik.
  • Meningkat nafsu makan
  • Borok

[/tab][tab title=”Genitourinary“]

  • Infeksi vagina

[/tab][tab title=”Muskuloseletal“]

  • Kelelahan
  • Pendek

[/tab][tab title=”Mata, telinga, hidung, dan tenggorokan“]

  • Sinusitis
  • Polip hidung

[/tab][tab title=”Integumen“]

  • Luka
  • Sianosis
  • Permukaan kulit terasa bergaram
  • Jari-jari mengalami  clubbing (terhadap kasus berat)

[/tab][tab title=”Psikososial“]

  • Perkembangan yang terhambat
  • Kecemasan
  • Marah (potensial)
  • Depresi (potensial)

[/tab][/tabgroup]

[divider style=”double”]

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan 1: Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan meningkatnya produksi mukus.

Hasil yang diharapkan: Anak akan meningkat pergerakan sekresi mukus ditandai oleh menurunnya gangguan pernafasan dan berkurangnya sianosis, dan batuk.

No Intervensi Rasional
1 Lakukan fisioterapi dada sesuai kebutuhan, setiap 4 jam Fisioterapi dada  membantu memobilisasi sekresi, mempertahankan kapasitas paru, dan meningkatkan oksigenasi.
2 Berikan oksigen humidifier dengan menggunakan sungkup; jangan gunakan tenda dengan kelembaban. Fisioterapi dada  membantu memobilisasi sekresi, mempertahankan kapasitas paru, dan meningkatkan oksigenasi.
3 Kaji status  pernafasan anak setiap 4 jam Pelembab akan mengeluarkan dan mengencerkan sekret dan meningkatkan pengisian oksigen pada jaringan. Sebab rangsangan bernafas pada anak sering bergantung pada tingkat kerendahan oksigen, konsentrasi oksigen yang tinggi tidak dapat digunakan. Kehangatan, lingkungan yang lembab dari tenda pelembab dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri.
4 Instruksikan anak melakukan latihan nafas dalam setiap 4 jam Pengkajian pernafasan yang sering memungkinkan deteksi dini perubahan kondisi anak.
5 Berikan bronkodilator melalui mulut, nebulizer, atau   metered-dose inhaler dengan  alat spacer, sesuai petunjuk. Latihan nafas dalam guna meningkatkan ekspansi paru. Bronkodilator membantu mengencerkan lendir dan meningkatkan ekspansi paru. Spacer device  memungkinkan anak dapat menghirup secara penuh obat.

[divider style=”double”]

Diagnosa Keperawatan 2: Risiko infeksi berhubungan dengan produk mukus.

Hasil yang diharapkan: Anak akan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda infeksi ditandai oleh  deman dan menggigil tidak ada, dan berkurangnya kesukaran pernafasan

No Intervensi Rasional
1 Berikan antibiotik, sesuai petunjuk. Antibiotik dapat disarankan guna membantu menyerang infeksi.
2 Kaji tanda-tanda vital untuk menilai peningkatan frekuensi pernafasan, dispnea, dan sianosis. Perobahan ini berindikasi infeksi semakin memburuk
3 Monitor jumlah sel darah putih. Peningkatan jumlah sel darah putih berindikasi adanya infeksi.

[divider style=”double”]

Diagnosa Keperawatan 3: Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan ditandai oleh menurunnya absorpsi nutrisi.

Hasil yang diharapkan:  Anak akan menunjukkan peningkatan status nutrisi ditandai oleh penurunan berat badan secara minimal, turgor kulit baik, dan meningkatnya asupan (makan lebih dari 80% dari makanan yang disediakan)

No Intervensi Rasional
1 Timbang berat badan anak pada waktu yang sama setiap hari, dan gunakan skala timbangan yang sama. Menimbang berat badan setiap hari membantu mengkaji status nutrisi anak.
2 Berikan enzim pankreas sebelum makan dan berikan snack, berikan suplemen vitamin A,D,E, dan K, sesuai petunjuk. Enzim pankreas memungkinkan makanan dicerna dan diabsorpsi dalam saluran gastrointestinal.
3 Berikan diet tinggi kalori, protein, dan karbohidrat. Jika perlu, monitor asupan karbohidrat pada anak. Diet yang tinggi karbohidrat dapat meningkatkan diare.
4 Berikan pengobatan pernafasan sebelum makan. Pengobatan pernafasan yang diberikan setelah makan dapat menyebabkan batuk dan muntah, akan meningkatkan risiko aspirasi.

[divider style=”double”]

Diagnosa Keperawatan 4: Kecemasan (anak) berhubungan dengan gangguan pernafasan dan tinggal rawat di rumah sakit.

Hasil yang diharapkan: Anak akan menurun kecemasannya ditandai oleh periode istirahat tidur yang cukup dan status pernafasan stabil.

No Intervensi Rasional
1 Biarkan anak pada posisi senyaman mungkin. Memungkinkan anak pada posisi tertentu akan meningkatkan kecemasan dan kesukaran pernafasan
2 Menunda  semua pemeriksaan dan prosedur sampai jalan nafas bebas. Pemeriksaan dan prosedur dapat meningkatkan tingkat kecemasan anak, meningkatkan kesukaran pernafasan
3 Dorong orang tua tinggal bersama anak dan berpartisipasi dalam asuhan keperawatan. Keberadaan orang tua dan partisipasinya dalam asuhan keperawatan memberikan keamanan dan menurunkan kecemasan.

[divider style=”double”]

Diagnosa Keperawatan 5: Kecemasan (orang tua) berhubungan dengan pengetahuan tentang kondisi anak.

Hasil yang diharapkan: Orang tua dari anak akan berkurang kecemasannya ditandai oleh kemampuan memberikan dukungan pada anak dan menjelaskan kondisi anak.

No Intervensi Rasional
1 Kaji pemahanan orang tua tentang kondisi anak dan pengobatan yang diberikan. Pengkajian akan memberikan dasar untuk pengajaran
2 Berikan penjelasan tentang kondisi medik, prosedur, dan pengobatan yang diterima. Penjelasan yang diberikan sebelumnya dan selama tinggal rawat di rumah sakit akan meningkatkan pengetahuannya dan menghilangkan berbagai kesalahpahaman, menurunkan kecemasan.
3 Berikan dukungan perilaku, seperti berbicara dan sentuhan pada anak. Penguatan dorongan pada orang tua guna mengulangi beberapa perilaku.
4 Berikan dukungan emosional pada orang tua selama anak tinggal di rumah sakit. Mendengar perhatian orang tua dan perasaannya membantu orang tua menangani krisis hospitalisasi.
5 Rujuk orang tua dan anak kepada misalnya organisasi Yayasan Cystic Fibrosis ; dorong mereka bekerja dengan pengurus pusat  guna memperoleh pengalaman penanganan CF. Organisasi yang dapat memberikan dukungan dan informasi. Pusat ini telah berpengalaman menangani CF akan dapat memberikan  pelayanan kualitas tinggi dan mutahir.

[divider style=”double”]

Diagnosa Keperawatan 6: Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan perawatan di rumah

Hasil yang diharapkan: Orang tua akan mengekspresikan pemahanannya tentang petunjuk perawatan di rumah dan mendemonstrasikan prosedur perawatan di rumah.

No Intervensi Rasional
1 Ajarkan orang tua tentang pemberian antibiotik dan kemugkinan reaksinya, termasuk rash,  gangguan gastrointestinal, dan kesukaran pernafasan. Orang tua membutuhkan untuk mengetahui bagaimana memberikan obat secara aman dan konsisten. Mengetahui apa reaksi yang mungkin terjadi dan orang tua sesegera mungkin  memintak bantua dokter bila diperlukan.
2 Jelaskan alasan pemberian antibiotik jangka panjang. Pengobatan jangka panjang membantu membatasi kerusakan paru dari infeksi yang berulang.
3 Ajarkan orang tua adanya tanda-tanda dan gejala-gejala gangguan pernafasan, termasuk dispnea, takipnea, sianosis, wheezing, dan takikardia. Mengenal tanda-tanda dan gejala-gejala gangguan pernafasan akan memungkinkan orang tua segera mencari bantuan dokter bila diperlukan.
4 dorong perlunya anak minum dua sampai empat 8-oz (240-ml) gelas cairan tiap hari (bergantung pada keadaan ginjal anak dan kardiovaskuler). Cairan yang adekuat akan mengencerkan lendir dan mengembalikan kehilangan cairan melalui paru-paru, mencegah dehidrasi yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.
5 Ajarkan orang tua bagimana memberikan enzim pada anak sebelum makan –tidak bersamaan dengan makanan—dan bagaimana memberikan diet tinggi kalori, protein, dan karbohidrat. Diet akan membantu mengembalikan kehilangan nutrisi melalui tidak absorpsinya nutrisi, enzim diberikan sebelum makan akan membantu pencernaan.

[divider style=”double”]

Daftar Cek Dokumentasi

Selama tinggal rawat di rumah sakit, catatan :

  • Status anak dan mengkajian yang telah dibuat saat masuk rumah sakit.
  • Perubahan status kesehatan anak
  • Yang berhubungan dengan hasil pemeriksaan laboratorium dan test diagnostik
  • Asupan dan haluaran cairan
  • Asupan nutrisi
  • Pengobatan pernafasan
  • Respon anak terhadap pengobatan
  • Reaksi anak dan orang tua terhadap penyakit dan tinggal rawat di rumah sakit.
  • Pedoman pengajaran pasien dan keluarganya
  • Pedoman rencana tindak lanjut.

Artikel yang banyak dicari: