Home » Kuliah » Keperawatan » Alur klinis Bedah Jantung Terbuka

Alur klinis Bedah Jantung Terbuka

Alur klinis Bedah Jantung Terbuka, Kelanjutan Asuhan Keperawatan Jantung Kongenital, namun pada Arikel ini lebih di bahas soal Alur klinis Bedah Jantung Terbuka.

Hari I/Preop/Ruangan

Konsul

  • Pelayanan jantung
  • Anestesi

Pemeriksaan

  • Pemeriksaan darah lengkap, trombosit, kimia darah, pembekuan, derajat fdibrinogen.
  • Jenis dan persilangan
  • Elektrokardiogram (EKG), foto toraks, echokardiogram
  • Pemeriksaan urine

Penanganan

  • Pulse oximetry
  • Tanda-tanda vital (VS) setiap 4 jam
  • Mandi dengan antiseptik
  • Infus jika diperlukan, asupan dan haluaran (I & O)
  • Pemberian intervensi sesuai perkembangan

Pengobatan

  • Aspirin dihentikan sebelumnya yaitu 2 minggu saat masuk rumah sakit bila diperlukan.

Diet

  • Sesuaikan dengan usia, sesuai dengan petunjuk
  • Dipuasakan setelah tengah malam

Aktifitas

  • Sesuai dengan usia, sesuai dengan  petunjuk.

Proses Tim

  • Format riwayat pasien/pengkajian saat masuk.
  • Pengkajian sistem
  • Penanganan pertumbuhan oleh dokter
  • Kelengkapan daftar cek prabedah.

Pengajaran

C = class

H = handout

R = reference

V = video.

  •  Orientasikan  kepada kegiatan rutin di ruangan
  • memulai pengajaran prabedah
  • kunjungan ke unit perawatan intensif (ICU)
  • Review rencana keperawatan

Rencana tindak lanjut

  • Kaji jaringan pendukung
  • Penguatan lama hari rawat

Kebutuhan dan hasil

  • Paien/orang tua mengungkapkan tentang pembedahan dan hospitalisasi.
  • Pasien mempertahankan tingkat perkembangan
  • Paien/orang tua mengungkapkan pemahamannya tentang kegiatan rutin ruangan dan kebijakannya.
  • Paien/orang tua mengungkapkan pemahaman pengajaran prabedah.

Hari ke-2/OR/PICU

Konsultasi

  • Pengobatan pernafasan

Pemeriksaan

  • Kegiatan laboratorium sesuai petunjuk.

Penanganan

  • Monitor jantung/pernafasan (CR), cek persarafan, pulse oksimetri.
  • Tanda-tanda vital setiap 15 menit sampai 1 jam.
  • Pertahankan tekanan aliran, selimut hipotermia, infus,pacing wires (tertutup dan anam), chest tube dari pleura –pengosongan kedinding bawah pengisap, dukungan ventilator ( tidak digunakan jika jika ada selang atrium kiri), perawatan paru setiap 2 jam dan sesuai kebutuhan.
  • Pembatasan pada 4 bagian.
  • Pencatatan ketat asupan dan haluaran setiap jam, perawatan mata
  • Transfusi bila diperlukan
  • Kateter tetap urine.
  • Timbang berat badan setiap hari (tidak dilakukan jika dipasang selang LA).
  • Nasogastric 9NG) tube untuk gomco yang rendah, cek Ph dan guaiac.

Pengobatan :

  • Obat vasoactive I.V, penanganan nyeri
  • Obat penenang I.V., Antibiotik I.V, histamine-2 blocker, diuretik.

Diet ;

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk.

Aktifitas :

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk.

Proses tim :

  • Sistem pengkajian.

Pengajaran

C = Class

H = handout

R=reference

V=video

  • Orientasikan kegiatan rutin  ICU
  • Instruksi perawatan pasca bedah : intervensi, pengobatan
  • Flowsheet pendidikan mengenai jantung.

Rencana tindak lanjut :

  • Kaji jaringan pendukung

Kebutuhan dan hasil :

  • Penampilanm pasien, tidak ada petunjuk adanya rtimia
  • Perfusi adekuat ditandai oleh denyut ekstremitas teraba, hangat, dan haluaran urine.
  • Pertukaran gas dipertahankan melalui dukungan ventilator ditandai adanya gas darah arteri (AGD) dan saturasi oksigen dalam parameter yang dapat diterima.
  • Pasien mengontrol nyeri secara adekuat ditandai oleh komunikasi non verbal, kemampuan untuk istirahat, dan tanda-tanda vital.
  • Pasien bebas dari gangguan.
  • Pasien/orang tua dukungan pelayanan perkembangan yang tepat.
  • Orang tua mengungkapkan pemahaman terhadap kegiatan ritun di ruangan dan kebijakan dan instruksi perawatan pasca bedah.

Hari ke-3/POD#1/PICU

Konsultasi :

  • Pengobatan pernafasan

Pemeriksaan:

  • EKG, foto toraks
  • Mengkaji sesering mungkin kerja darah.

Penanganan :

  • Monitor jantung/pernafasan, cek persarafan, pulse oksimetry.
  • Tanda-tanda vital setiap jam.
  • Pertahankan selang tekanan, pacing wares (tertutup dan aman), chest tube dati pleura- pengosongan ke dinding bawah pengisapan,menghentikan dukungan ventilator
  • Pembuangan paru setiap 2 jam dan jika diperlaukan.
  • Kateter tetap urine.
  • Timbang berat badan setiap hari (jangan dilakukan jika ada selang LA).
  • NG tube ke low gomco, cek Ph dan guaiac
  • Pengukuran secara ketak asupan dan haluaran setiap jam
  • Infus.

Pengobatan :

  • Obat penenang I.V.
  • Penanganan nyeri
  • Hentikan obat vasoactive
  • Antibiotik I.V., histamine-2 blocker
  • Diuretik, digitalis

Diet ;

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk.

Aktifitas :

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk.

Proses tim :

  • Pengkajian sistem

Pengajaran

C = class

H = handout

R = reference

V = video

  • Penguatan instruksi perawatan pasca bedah.

Rencana tindak lanjut ;

Kebutuhan dan hasil ;

  • Pasien menunjukkan tidak ada tanda-tanda perdarahan ditandai oleh pengaliran chest tube;CBC dan tanda-tanda vital dalam parameter yang dapat diterima.
  • Pasien mendemosntrasikan perfusiyang adekuat ditandai oleh toleransi terhadap penghentian obat vasiactive.
  • Pasien  mempertahankan integritas kulit.
  • Pasien mengonrol nyeri secara adekuat ditandfai oleh komunikasi non verbal, kemampuan beristirahat, dan  tanda-tanda vital.

Hari ke-4/POD#2/PICU

Konsultasi :

  • Anak hidup
  • Pekerjaan sosial

Peemriksaan ;

Penanganan :

  • Monitor jantung/pernafasan, cek persarafan, pulse oksimetry
  • Tanda-tanda vital setiap 1 jam, pembuangan paru setiap 2 jam dan jika perlu.
  • Pertahankan selang tekanan, indfus, hentikan selang LA  .
  • Chest tube dari pleura – pengosongan ke dinding bawah pengisapan.
  • Ekstubasi oksigen, angkat balutan sternal.
  • Pengukuran secara ketak asupan dan haluaran setiap 1 jam, perawatan mata
  • Kateter tetap urine
  • Timbang berat badan setiap hari
  • Hentikan NG tube

Pengobatan :

  • Hentikan obat vasoactive
  • Penanganan nyeri
  • Antibiotik I.V, histamin-2 blocker
  • Diuretik
  • Pertahankan lanoxin

Diet

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk

Aktifitas

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk

Proses tim

  • Pengkajian sistem

Pengajaran

C = class

H = handout

R = reference

V = video

  • Penguatan instruksi perawatan pasca bedah

 Rencana tindak lanjut

Kebutuhan dan hasil

  •  Pasien menerima pemberhentian pengobatan vasoactive ditandai oleh mempertahankan perfusi.
  • Pasien tidak panas
  • Pasien mentoleransi ekstubasi ditandai  AGD dan saturasi oksigen; upya bernafas dalam parameter yang dapat diterima.
  • Insisi yang dilakukan pada pasien tidak menunjukkan pembengkakan atau pengaliran cairan.
  • Pasien tidak muntah setelah makan
  • Pasien mengontrol nyeri secara adekuat ditandai oleh ungkapan/ menggunakan skala nyeri.
  • Pasien/orang tua mengungkapkan pemahamannnya terhadap kondisi pasien saat ini dan perubahan intervensi.

 

Hari ke-5/POD#3/PICU
Konsultasi
Pemeriksaan

  • Foto toraks setelah chest tube dihentikan.

Penanganan

  • Hentikan oksigen bilamungkin
  • Pengeluaran paru setiap 2 jam dan bila perlu
  • Pulse oksimetry
  • Monitor jantung/pernafasan, tanda-tanda vital setiap 2 jam
  • Infus
  • Timbang berat badan setiap hari
  • Hentikan chest tube.
  • Ukur asupan dan haluaran

Pengobatan

  • Penangan nyeri
  • Pertahankan lanoxin dan diuretic
  • Hentikan antibiotik setelah chest tube dicabut.
  • Hentikan histamnie-2 blocker

Diet

  • Sesuai dengan usia, sesuai petunjuk.

Aktifitas

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk.

Proses tim

  • Pengkajian sistem.

Pengajaran

C = class

H = handout

R = reference

V = video

  •  Memulai pengajaran tentang pengobatan dengan menggunakan lembaran instruksi pengobatan.

Rencana tindak lanjut

Kebutuhan dan hasil

  • Pasien mentoleransi pengangkatan chest tube dengan tidak ditandai oleh pneumothoraks atau perdarahan.
  • Hemodinamika pasien stabil ditandfai oleh irama, perfusi, dan tanda-tanda vital.
  • Styatus pernafasan pasien stabil ditandai oleh saturasi oksigen, bunyi nafas, dan upaya bernafas dalam parameter yang dapat diterima.
  •  Lokasi  selang chet tube tanpa kemerahan, bengkak, atau aliran cairan.
  • Pasienkemih secara spontan setelah kateter dicabut.
  • Pasien menstoleransi peningkatan aktifitas.
  • Pasien/orang tua mengungkapkan pemahaman terhadap penjelasan dasar pengobatan.

ari ke-6/POD#4/Dipindahkan ke ruang Pediatrik

Konsultasi

Pemeriksaan

Penanganan

  • Pengeluaran peru setiap 2 jam dan bila perlu
  • Pulse oksimetry setiap 4 jam
  • Tanda-tanda vital setiap 4 jam
  • Cabut infus
  • Timbang berat badan setiap hari
  • Angkat pacing wares

Pengobatan

  • Penanganan nyeri
  • Pertahankan lanoxin dan diuretik.

Diet

  • Sesuai usia, sesui petunjuk

Aktifitas

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk.

Proses tim

  • Pengkajian sistem

Pengajaran

C = class

H = handout

R = reference

V = video

  • Orientasikan di ruang pediatrik
  • Penjelasan pengobatan dengan menggunakan lembaran instruksi pengobatan.

Rencana tindak lanjut
Kebutuhan dan hasil

  • Status pernafasan pasien stabil ditandai oleh saturasi oksigen dalam parameter yang dapat diterima;pengisian paru secara penuh, jelas keduanya.
  • Pasien mentoleransi peningkatan aktifitas
  • Pasien/orang tua mengungkapkan pemahaman tentang penanganan, intervensi, dan pengobatan.

 Dari ke-7/POD #5/Ruang pediatrik

 Konsultasi

Pemeriksaan

Penanganan

  • Pembuangan paru setiap 4 jam
  • Pulse oksimetry setiap 4 jam
  • Tanda-tanda vital setiap 4 jam
  • Timbang berat badan setiap hari
  • Angkat balutan chest tube.

Pengobatan

  • Penanganan nyeri
  • Pertahankan lanoxin dan diuretik

Diet

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk

Aktifitas

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk.

Proses tim

  • Pengkajian sistem

Pengajaran

C = class

H = handout

R = reference

V = video

  • Kaji/penguatan semua penjelasan selanjutnya

Rencana tindak lanjut
Kebutuhan dan hasil

  • Pasien/orang tua mengungkapkan pemahaman tentang penanganan, intervensi, dan pengobatan ditanbdai oleh aktif berpartisipasi.

Hari ke-8/POD #6/Ruang Pediatrik 

Konsultasi

Pemeriksaan

  • Foto toraks, EKG, echocardiogram

Penanganan

  • Pembuangan paru setiap 4 jam
  • Pulse oksimetry setiap 4 jam
  • Tanda-tanda vital setiap 4 jam
  • Timbang berat badan setiap hari.

Pengobatan

  • Penanganan nyeri
  • Pertahankan lanoxin dan diuretik

Diet

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk

Aktifitas

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk

Proses tim

  • Penglajian sistem

Pengajaran

C = class

H = handout

R = reference

V = video

  • Penguatan semua penjelasan selanjutnya.

Rencan tindak lanjut

  • Menulis dalam 24 jam tindfak lanjut yang diberikan.

Kebutuhan dan hasil

Pasien/orang tua mengungkapkan dan menunjukkan keyakinan dan kesiapan untuk berubah.

 Hari ke-9/POD #7/Ruang anak

 Konsultasi

Pemeriksaan

Penanganan

  • Pulmonary toilet setiap 4 jam
  • Pulse oksimetter setiap 4 jam
  • Tanda vital setiap 4 jam
  • Tyimbang berat badan setiap hari
  • Cek/angkat jahitan.

Pengobatan

  • Penanganan nyeri
  • Pertahankan lanoxin dan diuretik

Diet

  • Sesuai usia, sesuai petunjuk.

Aktifitas

  • Sesuai usia, sesuai oetunjuk.

Proses tim

  • Pengkajian sistem

Pengajaran

C = class

H = handout

R = reference

V = video

  • Beri penguatan sebelum pengajaran rencana pulang

Rencana pulang

  • Instruksi lanjut dengan lembaran
  • Follow-up dengan penjanjian dengan koter
  • Pulang pada jam 11.00

Kebutuhan dan hasil

  • Pasien/orang tua mengungkapkan dan menunjukkan keyakinan dan kesiapan untuk pulang hari ini.
  • Pasien/orang tua mengungkapkan dan pemahami terhadap instruksi selanjutnya.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kecemasan(orang tua) berhubungan dengan kelainan kongenital jantung pada anak.

Hasil yang diharapkan

Orang tua akan mengalami penurunan kecemasan ditandai oleh kemampuannya mengekspresikan perasaannya, menjawab dengan tepat pertanyaan tentang kodisi anak, dan berinteraksi dengan anak.

Intervensi

1.  Jelaskan kelainan jantung dengan menggunakan ilustrasi, dan jawab pertanyaan orang tuanya, bila mungkin diskusikan berbagai komponen kelaianan jantung.

2.   Beri informasi secara teratur tentang kondisi anak.

  1. Izinkan orang tua mengangkat atau mengendong bayi sesegera mungkin dan sesering mungkin jika memungkinkan.

Rasional

1. Penjelasan tentang kelainan jantung dan memberikan jawaban terhadap pertanyaan orang tua akan membantu menurunkan kecemasan dengan mengizinkan mengungkapkan dan memahamin dengan baik tentang kelaianan jantung, dan beberapa kelainan sebagai akibat faktor genetik.

2. Memberikan informasi secara teratur mengungkinkan orang tua mempertahankan kontak dengan anak, mengurangi kecemasannya

  1. Mengangkat dan mengendong anak akan peningkatkan bonding dan perasaan aman, akan mengurango kecemasan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan pembedahan yang akan dihadapi.

Hasil yang diharapkan

Orang tua dana nak (jika mungkin) akan mendemisntrasikan pemahamnan terhadap pembedahan yang akan dilakukan ditandai oleh kemampuannya menjelaskan maksud pembedahan dan menjawab pertanyaan dengan tepat.

Intervensi

1.  Kaji pengetahuan orang tua dan anak terhadap pembedahan yang akan dihadapi dan tinfkat perkembangan anak (lihat lampiran A, tumbuh kembang normal).

2.  Instruksikan anak dan oprang tua terhadap peristiwa perioperatif yang akan memungkinkan berpartisipasi langsung, termasuk

  • Memandikan anak dengan menggunakan providone-iodine solution (betadine) atau hexachlorophene (pHsoHex) pada malam hari sebelum pembedahan
  • Orientasikan ke unit perawatan intensif (ICU) sebelum pembedahan.
  • Tetapkan untuk puasa sebelum pembedahan (waktu yang tepat akan bergantung pada usia anak)
  • Mengikuti pendidikan tentang peralatan dan prosedur pasca bedah, seperti selang dada, oksigen maker, incentive spirometer, balutan, endotracheal tube, infus, tekanan vena sentral dan monitoring pembuluh darah, monitoring elektrokardiogram (EKG), dan postural drainage.

3. Ajarkan batuk pada anak, nafas dalam, dan tehnik splinting, jika mungkin.

Rasional

  1. Pengkajian akan memberikan dasar untuk memulai pengajaran.
  2. Anak dan orang tua memerlukan untuk mengantisipasi keadaan sekitar pembedahan. Ahli bedah akan menjelaskan prosedur nyata dan berhubungan dengan risiko pada orang tua.
  3. Batuk, nafas dalam, dan splinting membantu menghilangkan dan mengeluarkan sekresi dari jalan nafas dan meningkatkan oksigen. Penerimaan dari tehnik ini akan peningktkan pengembangan paru setelahpembedahan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Risiko injury berhubungan dengan pengaturan posisi, alat elektrik yang dugunakan, kehilangan darah, dan prosedur pembedahan.

Hasil yang diharapkan

Anak akan tidak mengalami injury selama prosedur pembedahan.

Intervensi

  1. Kaji daerah yang tertekan pada anak setiap jam selama prosedur pembedahan yang berakibat kerusakan kulit. Lihat adanya kemerahan, kulit yang memucat, robekan, dan luka terbuka.
  2. hitung tatal volume cairan anak, didasarkan pada asupan cairan dan kehilangan darah yang terjadi.
  3. Jika anak mengalami pembedahan guna perbaikan coarctatio dari aorta, monitor tekanan darah pada tungkai selama pembedahan.
  4. Monitor irama jantung anak.pemasangan pacing wires sementara dan pemasangan pacu jantung yang bersifat sementara dapat disediakan dalam kasus emergensi.
  5. Cek electrical ground pad dan lokasi elektroda EKG yang dapat menyebabkan luka bakar.

Rasional

  1. kerusakan kulit,  yang dapat terjadi dalam 1 jam saat mulai pembedahan,  saat itu anak berisiko mengalami infeksi.
  2. Penambahan cairan yang adekuat diperlukan untuk mempertahankan curah jantung.
  3. Selama pembedahan memperbaik coarctatio,  diberikan klem melalui aorta. Monitoring tekanan darah pada tungkai membantu menjamin aliran darah balik yang diperlukan pada bagian bawah tubuh.
  4. Monitoring irama jantung penting sebab prosedur pembedahan dapat sementara atau menetap yang memutuskan konduksi normal jantung.
  5. Electrical graunding pada tempatnya dapat menyebabkan luka bakar tingkat eprtama.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Penurunan curah jantung berhubungan dengan prosedur pembedahan.

Hasil yang diharapkan

Anak akan mempertahankan curah jantung adekuat setelah pembedahan ditandai oleh frekuesnsi jantung dan pernafasdan sesuai usia; kuat, denyut teratur; dan waktu pengisian kapiler 3 sampai 5 detik.

Intervensi

  1. Setelah pembedahan, kaji keadaan jantung setiap jam, sebagai mana berikut ini :
    • Ukur dan catat monittor hemodinamik anak (selang arteri, selang tekanan vena sentral(CVP), kateter intracardiac, dan thermistor cardiac output). Tekanan  normal atrium kiri adalah 0 sampai 8 mm Hg; normal CVP adalah 0 sampai 5 mm Hg.
    • Monitor pemeriksaan laboratorium darah, termasuk prothrombin time, pengukuran analisa gar darah (AGD), dan  darah lengkap (lihat lampiran E, nilai laboratorium normal).
    • Kaji tanda-tanda kegagalan jantung pada anak, seperti sesak nafas, cracles, takikardia; lihat adanya edema disekitar mata dan peningkatan berat badan pada bayi.
    • Kaji bunyi jantung pada anak pada bunyi tambahan dan bunyi gesekan.
  2. Kaji fungsi ginjal apda anak melalui ;
  • Pengukuran dan pencatatan asupan dan haluaran cairan (normal pengeluaran cairan lebh besar dari 1 ml/jam)
  • Monitor berat jenis urine setiap kali berkemih atau setiap 2 sampai 4 jam jika anak dipasangi kateter.
  • Monitrot blood urea nitrogen (BUN) dan tingkat kretinin serum.
  1. Kaji keadaan cairan dan elektrolit pada anak melalui :
  • Monitoring tiungkat elektrolit (lihat lampiran E, nilai laboratorium normal).
  • Ukur dan catat asupan cairan dan haluaran setiap jam.
  • Lihat adanya tanda edema dan turgor kulit jelek.
  • Timbang berat badan setiap hari.
  1. Kaji keadaan pernafasan pada anak melalui :
  • Monitoring dan catat pola dan frekuensi nafas anak, bunyi nafas, warna kulit, waktu oengisian kapiler; juga monitor alat ventilator, kateter intracardiac dan baca oksimeter, dan tingkat CO2.
  • Cek jika ada selang endotracheal (ET) yaitu plester pengaman dan catat pemasangan selang melalui X-ray guna mengakji ketepatan selang ET.
  • Monitoring dan catat jumlah cairan emlalui selang dada setisap jam(normal pengeluaran kurang dari 3 ml/jam); juga selang dada, dan tanda-tanda infeksi pada area pemasangan.
  • Monitrong tingkat AGD setiap 4 sampai 8 jam.
  • Ventilasi anak dengan 100 % oksigen untuk 1 menit sebelum dan sesudah penmgisapan melalui ET.
  • Kaji keadaan neurologis anak, cata reaksi pupil, tonus otot, dan refleks (cengkrman, pengisapan, dan menelan).

Rasional

1. Pembedahan dan meyebabkan trauma berat pada tubuh anak.

  •  Ketidak stabilan hemodinamik akibat trauma pembedahan. Secara lkhusus, perubahan CVP dapat berindikasi gagal jantung kanan, perubahan pada tekanan arteri sebagai indikasi p[erubahan tekanan darah, dan perubahan curah jantung dapat berindikasi gagal jantung.
  • Bypass jantung dan  merusak sel-sel darah dan menyebabkan hemolisis sel darah merah, yang kemungkinan terjadi anemia. Antikoagulan dapat disarankan guna mencegah pembekuan. Pengukuran AGD berindikasi tingkat eprfusi oksigen dalam darah.
  • Akibat stres pembedahan, anak dapat berisiko gagal jantung sebagai akibat peningkatan beban kerja jantung dan peningkatan natrium dan retensi air.
  • Perdarahan dapat terjadi pada katong pericardial dan  keterbatasan kemampuan fungsi jantung. Kelainanan bunyi jantung dapat berindikasi tamponade jantung. Bunyi gesekan dapat berindikasi sindroma postpericardiotomy ( hambatan pericardial atau rekasi pleura ditandai adanya demam, nyeri dada, dan tanda-0tanda peradangan pericardial atau pleura).

2. Pembedahan membahaya fungsi ginjal normal.

  • Ukur dan catat asupan dan haluaran cairan akan membantu menentukan kedaan cairan dan fungsi ginjal.
  • Pengukuran berat jenis urine mengindikasikan keadaan hidrasi dan  kemampuan ginjal terhadap konsentrasi urine.
  • Penurunan BUN dan tingkat kretinin dapat berindikasi kegagalan ginjal.

3. Pembedahan menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elekrolit membantu menentukan keadaan  hidrasi anak dan tingkat kalium. (penurunan kalium dapat menyebabkan aritmia).

  • Pengukuran asupan dan haluaran membantu menentukan keadaan cairan dan fungsi ginjal dan memantu mencegah kelebihan cairan.
  • Tanda-tanda edema dan turgor kulit jelek dapat berindikasi hidrasi yang jelek dan kegagalan jantung.
  • Peningkatan berat badan merupana tanda awal gagal jantung.

4.  Pembedahan dapat membahyakan keadaan pwernafasan anak.

  • Imobilitas, nyeri, dan penggunaan gas anestesi akan mengganggu fungsi normal paru-paru.
  • Posisi selang ET yang tidak seharusnya dapat menghambat fungsi pernafasan.
  • Pengeluaran cairan yang berlebihan melalui selang dada dapat berindikasi terjadinya perdarahan; stres infeksi pada sistem imun anak.
  • Tingkat AGD secara langsung mengukur efektfitas keadaan pernafasan.
  • Ventilasi dengan 100% oksigen merelaksasi alveoli dan mencegah hipoksia berat dan henti nafas.

5.  Gangguan keadaan neuroligs dan terjadi sebagai akibat penurunan curah jantung, hipoksia, asidosis, ketidakseimbangan elektrolit, atau trombosis otak.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Risiko terjadinya infeksi berhubungan dengan immobilitas dan ditempat dilakukan insisi.

Hasil yang diharapkan

Anak akan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda infeksi ditandai oleh temperatur tubuh 97,6º sampai 99º F (36,4º sampai 37,2º C), jumlah sel darah putih stabil, dan tanda-tanda vitak sesuai dengan usia anak.

Intervensi

  1. Kaji area insisi dan infus setiap jam  adanya tanda perdarahan, eritema, infiltrasi, dan pengaliran cairan berlebihan dari drain luka.
  2. monitor temperatur anak dan cek adanya lekositosis.
  3. Kaji adanya area tubuh tertekan setiap jam pada 2 jam pertama sampai 3 jam, selanjutnya setiap 2 jam setelahnya.
  4. Berikan antibiotik, sesuai petunjuk.
  5. Gantu balutan sesuai petunjuk, gunakan tehnik sterilisasi.
  6. Sistem immunologi anak telah ditekan oleh adanya pembedahan. Penekanan juga dapoat disebabkan danya infeksi pada area insisi yang dapat mengkibatkan terjadinya septic shock. Kehilangan cairan emlalui infiltrasi atau perdarahan dapat mengganggu curah jantung.
  7. Perningkatan temperatur dan lekositosis dapat berindikasi adanya infeksi.
  8. Pengkajian diperlukan untuk penghindari terjadinya kerusakan kulit.
  9. Antibiotik dapat diberikan guna membantu mencegah infeksi.
  10. Tehnik sterilisasi membantu mencegah adanya bakteri kedalam area insisi.

Rasional DIAGNOSA KEPERAWATAN

Risiko injury berhubungan dengan pemberian indomethacin (pada bayi prematur yang mengalami PDA).

Hasil yang diharapkan

Bayi akan menunjukkan tidak adanya tanda-0tanda injury ditanbdai oleh frekuensi jantung dan pernafasdan sesuai tingkat usia dan haluaran urine 1 sampai 2 ml/kg/jam.

Intervensi

  1. Bewrikan indomethacin (indocin) sesuai petunjuk. Yakinkan dengan mengecek dan cek ganda semua pemberian obat sebelum obat diberikan (biasanya 0,2 mg/kg).
  2. Kaji dan catat keadaan jantung anak, pernafasan, ginjal, pencernaan, dan keadaan neuroligs setiap 4 jam. Jika bayi stabil, kaji setiap1 sampai 2 jam.

Rasional

  1. Indomethacin menyebabkan penyempitan duktus sehingga meningkatkan penutupan. Cek ganda pemberian obat akan membantu mencegfah pemberian obat yang berelebihan.
  2. Pengkajian diperlukan utuk mendeteksi berbagai kemungkinan komplikasi (seperti perdarahan) setelah pemberian endomethacin.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Penurunan cvurah jantung berhubungan dengan spasme indfundibulum paru-paru (pada anak denganm teralogi fallot0.

Hasil yang diharapkan

Anak akan tidak menunjukkan danaya tanda-tanda  serangan sianosis.

Intervensi

  1. Kenali tanda dan gejala sianosis, termasuk dispnea, keluhan nafas dalam, bradikardia, fingsan, kejang, dan bahkan kehilangan kesadaran.
  2. Tempatkan anak pada posisi prone knee –to-chest.
  3. Bicara dengan nada ringan dan  gosok pada bgian belaang anak.
  4. Ventilasi anak dengan 100% oksdigen dengan menggunakan sungkup oksigen, kanula hidung, atau alat hembusan.
  5. Berikan morphin sulfat I.M. (0,1 sampai 0,2 mg/kg) atau I.V. (0,5 sampai 0,1 mg/kg/ sesuai petunjuk.
  6. Ajarkan orang tua bagiamana melakukan intervensi 1 sampai 4.
  7. Ajarkan orang tua bagiamana memberikan obat beta blocker, seperti propanolol hydrochloride (inderal)

Rasional

1. Pengenalan secara dini memungkinkan intervensi sebelum anoksia berat yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran.

2.   Posisi ini akan menurunkan beban kerja jantung dengan menurnnnya darah balik perifer.

3.   Nada yang menyjukkan dan sentuhan yang nyaman dan membantu merelaksasi spasme.

4.  Ventilasi dengan 100% oksigen meningkatkan jumlah oksigen dalam udara yang diinspirasi dan dalam sirkulasi.

5.  Morphin membantu merelaksasi spasme dan menyebabkankan vasodilatasi.

6 . mewngetahui bagaimana  intervensi ini akan membantu orang tua menyesuaikan diri dengan krisis yang menyebabkan spasme dan memungkinkan dia berpartisipasi dalam perawatan anak.

7.  Beta blocker akan memutuskan mekanisme yang mempengaruhi spsme pada infundibulum paru-paru. Mengajarkan orang tua bagaimana memberikan  pengobatan akan membantu meningkatkan pemenuhan perawatan dirumah.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Risiko infeksi (endokarditis bakteri) berhubungan dengan peningkatan aliran melalui lubang (pada anak dengan VSD).

Hasil yang diharakpan

Anak akan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda endokarditis bakteri dan bakterimia.

Intervensi

  1. Jelaskan pada orang tua menyebabkan endokarditis bakteri, terutama yang berhubungan dengan gigi dan prosedur pembedahan. Penjelasan ini  untuk pencegah infeksi,  secara khusus pada anak yang menerima pengobatan antibiotik profilaksis.
  2. berikan instruksi tetrtulis pada orang tua prosedur khusus dalam pemberian pengobatan antibiotik.

Rasional

  1. Pemahaman penyebab endokarditis bakteri akan meningkatkan memenuhi pengobatan antibiotik yang diberikan.
  2. Memiliki berbagai informasi akan meningkatkan memenuhi pemberian pengobatan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kecemasan (anak) berhubungan dengan lingkungan ICU, berpisah dengan orang tua, kecemasan orang tua, pembedahan, dasn immobilisasi.

Hasil yang diharapkan

Anak akan berkurang kecemasannya ditandai oleh bekerjasama dalam prosedur dan pengobatan dan bermain sesuai tingkat usia.

Intervensi

  1. Dorong orang tua mengunjungi anak dan berpartisipasi dalam perawatan sesering mungkin.
  2. Jelaskan pada anak dan orang tua setiap tahap dalam perawatan pasca bedah.
  3. Konsultasikan pada  Child-life waorker atau terapi bermain tentang  permainan anak dan aktifitas yang tepat yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Rasional

  1. Kontak dengan orang tua akan memberikan pada anak perasaan nayaman dan aman.
  2. Familiar dengan prosewdur dan tindakan keperawatan akan menurunkan kecemasan dan peningkatkan kerjasama.
  3. Permainan dan akantifitas akan membantu berbagai perhatian anak pada lingkungannya dan memberikan sitimulasi perkembangannya.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan perawatan dirumah.

Hasil yang diharapkan

Orang tua akan mengekspresikan pemahamanan terhadap instruksi perawatan dirumah dan akan mendemonstrasikan prosedur perawatan dirumah.

Intervensi

  1. Ajarkan orang tua tanda-tanda infeksi luka, termasuk adanya nanah yang keeluar dari luka,demam, dan bau yang tercium dari luka.
  2. Ajarkan orang tua bagaimana memberikan obat saat anak masih di rumah sakit.
  3. Ajarkan orang tua bagaimana memonitor denyut nadi anak, dan  ajarkan bagimana ia melaporkan bila terjadi penyimpangan 15 samnpai 20 denyutan diatas atau dibawah garis batas normal.
  4. Instruksikan orang tua memberikan makan pada anak sedikit, tapi sering.
  5. Ajarkan orang tua tanda-tanda dan gejala-gejala sindroma pasca pericardiotomy, termasuk demam, nyeri dada, dan dispnea.

Rasional

  1. Sebab infeksi dapat terjadi diatas  3 minggu setelah pembedahan,orang tua perlu mengetahui tanda-tanda  untuk dilaporkan.
  2. Praktik meningkatkan kenyamanan dengan melakukan prosedur dan memenuhi kebutuhan. Praktik yang dilakukan orang tua saat anak masih di rumah sakit, dengan mengkaji kemampuan orang tua memberikan pengobatan secara benar.
  3. Mengetahui bagaimana memonitor denyut nadi anak akan memungkinkan orang tua mendeteksi dan melaporkan berbagai perobahan yang bermakna yang berindikasi terjadinya komplikasi.
  4. Makan sedikit, dan sering akan menurunkan beban kerja jantung guna mempertahankan asupan kalori yang adekuat.
  5. Sindroma  pasca pericardiotomy akan berpotensi mengancam kehidupan, dapat terjadi diatas 3 minggu setelah pembedahan jantung. Orang tua memerlukan untuk mengetahui tanda-tanda dan gejala-gejala untuk dilaporkan dalam kasus emergensi.

Daftar cek pendokumentasian

ٱ Selama tinggal rawat di rumah sakit, catatan :

ٱ Keadaan anak dan pengkajian yang dilakukan saat masuk rumah sakit

ٱ Perubahan status anak

ٱ Berhubungan dengan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan diagnostik

ٱ Asupan nutrisi

ٱ Keadaan tumbuh dan kembang

ٱ Respon pengobatan pada anak

ٱ Reaksi anak dan orang tua terhadap sakit dan tinggal rawat di rumah sakit.

ٱ Pedoman pengajaran pasien dan keluarga

ٱ Pedoman rencana pulang.

Alur klinis Bedah Jantung Terbuka

Artikel yang banyak dicari: