Home » Kuliah » Keperawatan » Alur Klinik Asuhan Keperawatan Asma

Alur Klinik Asuhan Keperawatan Asma

Alur Klinik Asuhan Keperawatan Asma, Askep Asma (Asthma), adalah Kelanjutan dari  Asuhan Keperawatan Asma (Asthma).

DRG: 98 (Pediatric asthma, usia 6 sampai 17)

Lama hari rawat yang diharapkan : 3 hari

Perencanaan

Pemeriksaan laboratorium

Test

Pengobatan/I.V.

Penanganan pernafasan

Osteopathic manipulative medicine (OMM)

Nutrisi

Eliminasi

Aktifitas

Pendidikan  pasien

Rencana tindak lanjut

Sebelum masuk/bagian emergensi

  • Pemeriksaan laboratorium  darah kimia
  • Pulse oximetry
  • Garis dasar peak flow meter
  • Pengobatan cool aerosol
  • Pemberian oksigen

Hari 1

  • Pemeriksaan darah lengkap dan kimia darah jika tidak dilakukan di bagian emergensi
  • Berat badan
  • Mempertahankan I.V.
  • I.V.steroid
  • Pengobatan cool aerosol
  • Oximetry yang terus menerus
  • Pulse oximetry yang dihentikan bila saturasi oksigen ateri melalui pulse oksimetry (SpO2) diatas 93 % udara ruangan
  • Terapi oksigen
  • Terapi oksigen dihentikan bila SpO2 diatas  atau sama dengan 93 % dan kondisi klinis stabil.
  • Cek peak flow  dan  tingkat saturasi oksigen sebelum pengobatan
  • Pengembangan iga
  • Nampak T4
  • Menurunnya diaphragma
  • Pengobatan OMM setiap hari
  • Mencatat penyakit yang semakin hebat (skor asthma)
  • Diet sesuai usia
  • Berikan cairan/minuman
  • Normal sesuai usia
  • Asupan dan haluaran (I & O)
  • Bila mungkin
  • Peak flow meter dengan catatan asthma
  •  Memberikan pedoman pendidikan asthma dan diskusikan
  • petunjuk pasien
  • Pertimbangkan penanganan kasus untuk mengatur kunjungan rumah jika diperlukan.

Hari ke 2

  • Ganti infus dengan NaCl
  • I.V.Steroid
  • Evaluasi kembali pengobatan cool aerosol pada setiap pelayanan profesional
  • Cek peak flow dan saturasi oksigen sebelum tindakan OMM
  • Tindakan OMM  dilakukan stu kali sehari
  • Diet sesuai usia
  • Perhatikan kebutuhan cairan
  • Normal sesuai usia
  • I & O
  • Yang dapat ditoleransi
  • Menilai toleransi aktifitas
  • Gunakan inhaler secukupnya dan sesuai dengan jarak waktunya
  • Proses penyakit
  • Lingkungan yang merangsang
  • Brosur asthma
  • Kaji kebutuhan untuk nebulizer di rumah

Hari ke 3

  • Cek peak flow dan saturasi oksigen sebelum penanganan OMM
  • Mulai berikan steroid per oral
  • Steroid/bronkodilator/garam cromolyn (melalui pengobatan cool aerosol atau metered-dose inhaler)
  • Ikuti pengobatan sesuai protokol.
  • Pengaturan diet
  • Pengeluaran urin dan feces dalam batas normal
  • Yang dapat diterima
  • Kaji ulang
  • Terapi fisik: keluarga mendemonstrasikan penggunaan inhaler yang sesuai dan kuantititas yang diperlukan.
  • Ajarkan dengan menggunakan pamplet “Asthma Resources”
  • Lembaran petunjukan pengobatan

-Albuterol

-Intal

  • Catatan asthma
  • Perkembangan setelah 3 hari
  • Sarankan pasien untuk selalu membawa catatan asthma pada semua kunjungan dokter.

Tujuan yang dicapai

  • Frekuensi pernafasan tepat sesuai dengan usia
  • Keadan stabil pada pengobatan lanjut pada 12 jam
  • Peak flow: diperkirakan 80%
  • Pulse oximetry diatas 97% dalam udara ruangan pada 24 jam
  • Diet teratur dan dapat diterima
  • Output urine dan feces normal sesuai usia
  • Pertahankan tingkat akitiftas normal tanpa nafas pendek
  • Pasien/keluarga mengungkapkan :

–          Tanda dan gejala dari proses penyakit dan komplikasi

–          Pengobatan (nama, dosis, pengaruh lanjut, tujuan, aturan, interaksi makanan/obat-obatan

–          Pemahaman peak flow meter zona asthma dan  kerjanya

–          Rencana pengawasan lingkungan

–          Catatan harian asthma

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Risiko penurunan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui saluran pernafasan

Hasil yang diharapkan

Anak akan mempertahankan hidrasi yang adekuat yang ditandai oleh turgor kulit baik dan haluaran urine 1 sampai 2 ml/kg/jam.

Intervensi

  1. Kaji turgor kulit anak, dan monitor haluaran urine setiap 4 jam
  2. Dorong anak minum tiga sampai 8-oz (240-ml) gelas cairan perhari, bergantung pada usia.

Rasional

  1. Melalui pengakjian dan monitoring akan membantu menentukan tingkat hidrasi dan  kebutuhan untuk penambahan cairan
  2. Anak membutuhkan cukup cairan untuk mepertahankan hidrasi dan keseimbangan asam basa dan mencegah syok.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Ketidakpatuhan  berhubungan dengan kehilangan kontrol diri

Hasil yang diharapkan

Anak akan mengikuti tindakan medis dan asuhan keperawatan yang ditandai oleh memanfaatkan semua tindakan dengan sebaik-baiknya dan  berpartisipasi dalam tindakan rutinitas.

Intervensi

  1. Secara tepat, membiarkan anak berpartisipasi dalam keputusan tindakan rutin, seperti saat kegiatan fisioterapi dada dan makan.
  2. Jelaskan pada anak semua prosedur, seperti pemeriksaan laboratorium, dan fisioterapi dada, dan alasan diperlukan tindakan itu. Jelaskan bahwa  pemeriksaan laboratorium memungkinkan dokter dan perawat mengevaluasi efektifitas pengeobatan dan  fisioterapi dada yang dapat membantu menghilangkan sekret dengan batuk secara efektif yang dapat memfasilitasi bernafas dengan mudah.

Rasional

  1. Berikan pada anak untuk mengontrol tindaklan rutinitas yang sangat sederhana yang akan meningkatkan perasaan untuk mengontrol dirinya dan meningkatkan  pemenuhan seluruh tindakan .
  2. Penjelasan akan membantu menurunkan perasaan ketakutan dan  kehilangan kontrol.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan perawatan dirumah

Hasil yang diharapkan

Anak dan orang tua akan mengekespresikan pengetahuannya terhadap instruksi asuhan keperawatan dirumah.

Intervensi

  1. Jelaskan fisiologi penyakit kepada anak dan orang tuanya.
  2. Berdasarkan riwayat anak, ajarkan tentang faktor-faktor yang dapat meningkatkan serangan asthma, seperti alergen, infeksi, aktifitas, perubahan cuaca, dan stres.
  3. Ajarkan anak dan orang tua sehubungan dengan tanda-tanda dan gejala-gejala infeksi pernafasan, termasuk demam, gangguan pernafasan, wheezing, dan takipnea.
  4. Ajarkan anak dan keluarganya sehubungan dengan pentingnya menggunakan semua tindakan pengobatan dan kemungkinan pengaruhnya. Jelaskan :
    • Metaproterenol (Alupent), adalah bronkodilator yang dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal
    • Albuterol (Proventil), adalah bronkodilator yang dapat menyebabkan pengaruh  yang luas.
    • Kortikosteroid (anti inflmasi) yang dapat menyebabkan hambatan perkembangan, gangguan gastrointestinal, gangguan respon imun, dan retensi cairan (jika diberikan secara oral atau I.V.)
    • Ajarkan pada anak bagaimana menghirup obat-obat inhalasi melalui pengaturan dosis inhaler, alat-alat spacer, atau keduanya, jika diperlukan
    • Jelaskan pada orang tua dan anak untuk menghindari antihistamin selama serangan berlangsung
    • Ajarkan pentingnya mempertahankan tingkat aktifitas yang tepat sesuai dengan kondisi anak.
    • Ajarkan orang tua dan jika perlu bagaimana anak memonitor peak flow rate dan melaporkan berbagai perubahan. pada dokter

Rasional

  1. Pemahaman tentang penyakit membantu menolong anak dan orang tua menuruti program pengobatan
  2. Pengajaran seperti ini dapat membantu menurunkan jumlah serangan dimasa akan datang
  3. Deteksi dini dan pengobatan infeksi pernafasan dapat mencegah atau mengurangi  kesukaran pernafasan berhubungan dengan serangan asthma.
  4. Mengikuti program pengobatan akan menjamin  tingkat obat dalam darah tetap stabil, dan dapat mengontrol serangan asthma yang berlebihan.
  5. Alat ini akan meningkatkan pemberian pengobatan dengan dosis penuh, bagi anak usia yang lebih mudah yang tidak dapat menggunakan dosis inhalasi melalui meteran dapat menggunakan spacer device dengan inhaler guna membantu mempertanhankan dosis yang sesuai.
  6. Antihistamin mengakibatkan sekresi menjadi kental dan sulit dikeluarkan dan dapat meningkatkan terjadinya batuk.
  7. Pertahankan kebugaran fisik hal ini penting untuk perkembangan normal anak. Kecuali mengalami serangan asthma akut, anak akan mempertahankan tingkat aktifitas seperti biasanya.
  8. Tetesan pada peak flow rate mengindikasikan diperlukan perubahan pengobatan dan dosisnya.

Ceklist dokumentasi

Selama berada di rumah sakit, catatan :

Keadaan anak dan pengkajian saat masuk rumah sakit

Perubahan status anak

Yang berhubungan dengan temuan laboratorium dan pemeriksaan diagnostik

Kemampuan anak dan orang tua dalam menangani serangan asthma akut

Asupan dan luaran cairan

Asupan nutrisi

Respon anak terhadap pengobatan

Reaksi anak dan orang tua terhadap penyakit kronik dan hospitalisasi

Pedoman pengajaran pasien dan keluarganya

Pedoman rencana tindak lanjut.

Alur Klinik Asuhan Keperawatan Asma